“Beliau kehilangan ibu, tapi masih ingat kemanusiaan. Semoga jadi amal jariyah,” tulis seorang warganet.
“Mungkin dia tak ingin ada ibu lain yang kehilangan nyawa,” tulis akun lainnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana dan duka, nilai kemanusiaan kerap lahir dari hati-hati yang paling terluka.***
Artikel Terkait
Bukan Rp150 juta, warga Aceh Timur buktikan sumur bor pascabanjir bisa dibuat Rp15 juta
Di balik lezatnya durian ketol Aceh, ada perjuangan warga lewati jembatan putus pascabanjir
Tanpa seragam pascabanjir, anak-anak Aceh Tamiang tetap semangat jalani hari pertama sekolah
Tali sling jadi akses hidup warga Ketol Aceh Tengah, sejumlah desa masih terisolir 40 hari pascabanjir
'Saya mau pulang ke mana?' Pilu warga Pidie Jaya usai rumah hancur diterjang banjir dan bantuan hilang
Meski di wilayah kota, warga Aceh Tamiang mengaku krisis air minum pascabanjir
Rakit jadi satu-satunya akses, relawan bidan nyaris terseret arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah