GENMILENIAL.ID — Derita warga Pidie Jaya, Aceh, pascabanjir dan tanah longsor akhir November 2025 masih terus berlanjut.
Tak hanya kehilangan rumah, sebagian korban juga harus menghadapi kenyataan pahit saat bantuan yang diterima justru raib di tengah situasi darurat.
Kisah pilu itu disampaikan seorang warga Pidie Jaya melalui video yang diunggah akun Instagram @rizkirinanda pada Senin, 5 Januari 2026.
Ia menceritakan bagaimana dirinya dan keluarga baru dievakuasi pada hari keempat setelah banjir mulai menerjang permukiman warga.
Baca Juga: Awal 2026, Wakil Bupati Subang minta ASN tak sekadar hadir, tapi jadi pemberi solusi nyata
Dievakuasi hari keempat, dirawat di rumah sakit
Dalam penuturannya, korban mengungkapkan proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR bersama anggota kepolisian.
Ia dan keluarganya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kami diambil sama tim SAR sama anggota polisi, dibawa ke rumah sakit dan dirawat empat malam,” tuturnya.
Namun, persoalan baru muncul ketika pihak rumah sakit menyatakan dirinya sudah diperbolehkan pulang.
Rumah hancur, tak tahu harus pulang ke mana
Alih-alih lega, kebingungan justru menghantui karena rumah yang selama ini ditempati telah rusak parah akibat banjir.
“Dokter masuk bilang ibu sudah boleh pulang. Saya jawab, ‘Bapak dokter, saya mau pulang ke mana?’” ucapnya lirih.
Artikel Terkait
Viral ibu-ibu korban bencana Aceh bahagia pakai baju Persit dari donasi, senyum muncul di tengah fase pemulihan
Usai viral nyanyi bareng korban bencana di Aceh, influencer Azzahra Putri sampaikan pesan menyentuh untuk anak-anak Indonesia
Cerita bocah Aceh Tamiang saat banjir bandang terjang rumahnya: Air datang usai subuh hingga momen kelaparan
Kayu gelondongan jadi jembatan relawan salurkan bantuan untuk korban banjir Aceh
Bukan Rp150 juta, warga Aceh Timur buktikan sumur bor pascabanjir bisa dibuat Rp15 juta
Di balik lezatnya durian ketol Aceh, ada perjuangan warga lewati jembatan putus pascabanjir
Tanpa seragam pascabanjir, anak-anak Aceh Tamiang tetap semangat jalani hari pertama sekolah