Kayu gelondongan jadi jembatan relawan salurkan bantuan untuk korban banjir Aceh

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 4 Januari 2026 | 17:51 WIB
Puing kayu gelondongan yang turut terbawa arus banjir akhir November 2025 (Instagram/ummievinasution)
Puing kayu gelondongan yang turut terbawa arus banjir akhir November 2025 (Instagram/ummievinasution)

Relawan gunakan kayu sebagai jembatan darurat

Di tengah kondisi tersebut, relawan tak menyerah. Demi memastikan bantuan sampai ke tangan warga, salah seorang relawan terlihat meniti kayu gelondongan yang melintang, menjadikannya jembatan kecil darurat untuk menyalurkan sembako.

Baca Juga: Warga Aceh Timur terpaksa sewa beko Rp600 ribu per jam untuk bersihkan lumpur sisa banjir bandang

Aksi sederhana namun penuh risiko itu mencerminkan dedikasi relawan yang berupaya menembus keterbatasan demi membantu sesama.

Kayu-kayu yang semula menjadi penghalang, justru dimanfaatkan sebagai jalan sementara agar bantuan tetap tersalurkan.

Momen tersebut pun menuai simpati warganet dan menjadi potret nyata beratnya perjuangan di lapangan pascabanjir bandang.

Update korban banjir bandang dan longsor di Aceh

Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di penghujung November 2025 berdampak pada 18 kabupaten/kota dengan total 202 kecamatan.

Baca Juga: Mayat pria bersimbah darah ditemukan di perkebunan Wantilan Subang, polisi duga korban pembunuhan berencana

Hingga 3 Januari 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat 542 orang, sementara 31 orang masih dinyatakan hilang. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 2,5 juta jiwa.

Sebanyak 231.302 jiwa saat ini masih mengungsi di 1.008 titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.

Meski demikian, jumlah pengungsi dilaporkan mulai menurun karena sebagian warga memilih kembali ke rumah atau mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak.

Di tengah proses pemulihan yang masih panjang, kisah relawan meniti kayu gelondongan menjadi simbol ketangguhan dan solidaritas kemanusiaan di tengah bencana.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X