Warga Aceh Timur terpaksa sewa beko Rp600 ribu per jam untuk bersihkan lumpur sisa banjir bandang

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 4 Januari 2026 | 13:56 WIB
Warga di Aceh Timur harus menggunakan alat berat untuk bersihkan lumpur yang mengendap di rumahnya (Instagram/bg_dosen)
Warga di Aceh Timur harus menggunakan alat berat untuk bersihkan lumpur yang mengendap di rumahnya (Instagram/bg_dosen)

GENMILENIAL.ID — Lebih dari sebulan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025, derita warga terdampak belum sepenuhnya berakhir.

Di Kabupaten Aceh Timur, lumpur tebal masih menimbun rumah-rumah warga, memaksa sebagian penyintas mengeluarkan biaya besar demi bisa kembali menempati hunian mereka.

Banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras berkepanjangan itu membawa material lumpur dalam jumlah besar.

Endapan lumpur bahkan dilaporkan mencapai ketinggian hingga atap rumah di sejumlah titik, membuat proses pembersihan secara manual nyaris mustahil dilakukan.

Baca Juga: Mayat pria bersimbah darah ditemukan di perkebunan Wantilan Subang, polisi duga korban pembunuhan berencana

Sewa beko demi bersihkan lumpur rumah

Seorang warga di Kecamatan Julok, Aceh Timur, menceritakan perjuangannya membersihkan lumpur di rumah dengan menyewa alat berat jenis beko.

Keputusan tersebut diambil lantaran lumpur yang mengendap sangat tebal dan tidak mungkin dibersihkan hanya dengan peralatan sederhana.

“Sewa beko itu satu jam Rp600 ribu. Kita pakai uang pribadi. Pengerjaannya selama dua jam, jadi habis Rp1,2 juta cuma untuk mengeruk lumpur itu saja,” ujar warga tersebut dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @bg_dosen, Sabtu, 3 Januari 2026.

Ia menjelaskan, meskipun bagian depan rumah mulai terlihat lebih bersih, kondisi di belakang dan samping rumah masih tertutup lumpur tebal.

Baca Juga: Fakta menarik John Herdman, pelatih anyar Timnas Indonesia yang pernah orbitkan rekan setim Jay Idzes

“Kalau ke belakang atau samping rumah, lumpurnya masih bisa sepinggang,” tuturnya.

Menurut pengakuannya, dana untuk menyewa alat berat tersebut sebagian berasal dari bantuan sanak keluarga yang berada di luar daerah.

“Kami terpaksa sewa beko karena nggak mungkin bersih pakai cangkul saja,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X