Refleksi Ferry Irwandi di awal 2026: Pendidikan harus hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:35 WIB
Influencer Ferry Irwandi menyoroti pentingnya pendidikan yang baik bagi masyarakat untuk memberikan manfaat nyata bagi orang-orang di sekitarnya (Instagram.com/@irwandiferry)
Influencer Ferry Irwandi menyoroti pentingnya pendidikan yang baik bagi masyarakat untuk memberikan manfaat nyata bagi orang-orang di sekitarnya (Instagram.com/@irwandiferry)

GENMILENIAL.ID — Influencer dan pegiat kemanusiaan Ferry Irwandi kembali menyita perhatian publik.

Setelah sebelumnya turun langsung membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan menyalurkan donasi senilai Rp10 miliar, Ferry kini mengajak masyarakat melakukan refleksi yang lebih mendalam tentang makna pendidikan di awal tahun 2026.

Aksi kemanusiaan Ferry yang ia sebut sebagai gerakan 'warga bantu warga' pada Desember 2025 lalu mendapat respons luas dari publik.

Namun, menurut Ferry, kepedulian sosial tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan yang membentuk cara berpikir dan sikap seseorang di tengah masyarakat.

Baca Juga: HAB ke-80 Kemenag Subang: Kerukunan umat jadi fondasi pembangunan bangsa berkelanjutan

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @irwandiferry, Sabtu, 3 Januari 2026, Ferry menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar alat mobilitas sosial, melainkan amanah intelektual yang membawa tanggung jawab sosial.

“Menjadi masyarakat terdidik bukan semata-mata sebuah capaian individual, melainkan amanah sosial yang membawa tanggung jawab intelektual,” tulis Ferry.

Ilmu harus memberi dampak sosial

Ferry menegaskan, pengetahuan yang dimiliki seseorang tidak seharusnya berhenti sebagai prestasi personal.

Ilmu, menurutnya, harus hadir sebagai kekuatan yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan bersama.

Baca Juga: Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, Kepala Kemenag Subang tegaskan kerukunan umat jadi energi bangsa

“Pengetahuan memperoleh makna tertingginya ketika ia mampu menjawab persoalan sosial, memperbaiki kualitas hidup, dan membuka jalan bagi keadilan,” ungkapnya.

Dalam masyarakat yang majemuk dan masih diwarnai ketimpangan, Ferry menilai kelompok terdidik memiliki tanggung jawab moral untuk memperluas akses pemahaman bagi kelompok lain.

“Pendidikan seharusnya tidak menciptakan jarak, melainkan menjembatani perbedaan,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X