Cerita bocah Aceh Tamiang saat banjir bandang terjang rumahnya: Air datang usai subuh hingga momen kelaparan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 4 Januari 2026 | 14:32 WIB
Seorang anak di Aceh Tamiang menceritakan detik-detik banjir bandang menerjang rumahnya (Instagram/fahriibrochim)
Seorang anak di Aceh Tamiang menceritakan detik-detik banjir bandang menerjang rumahnya (Instagram/fahriibrochim)

GENMILENIAL.ID — Detik-detik banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 masih membekas kuat dalam ingatan para penyintas.

Bencana tersebut tak hanya menghancurkan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga menyisakan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak.

Salah satu kisah datang dari seorang bocah asal Desa Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.

Melalui sebuah video yang beredar di media sosial, bocah tersebut menceritakan kembali momen mencekam saat banjir bandang menghantam kampung halamannya.

Baca Juga: Viral gelembung gas muncul di Gunong Cut Nagan Raya pascabanjir, Pemkab turunkan tim dan pasang garis polisi

Banjir bandang dan tanah longsor diketahui melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pada masa awal bencana, distribusi bantuan sempat terhambat akibat banyaknya akses jalan yang terputus.

Air datang cepat saat warga usai salat Subuh

Bocah penyintas banjir itu mengungkapkan bahwa air mulai masuk ke permukiman warga saat sebagian besar penduduk baru saja menyelesaikan salat Subuh.

“Kejadiannya itu Subuh, sekitar habis jam-jam salat Subuh. Waktu itu saya lagi salat, tiba-tiba terasa seperti ada guncangan sekitar jam lima pagi,” ucapnya, dikutip dari unggahan Instagram @fahriibrochim, Minggu, 4 Januari 2026.

Baca Juga: Warga Aceh Timur terpaksa sewa beko Rp600 ribu per jam untuk bersihkan lumpur sisa banjir bandang

Saat pintu rumah dibuka, air sudah mulai mengalir deras ke dalam rumah. Tanpa banyak waktu, ia dan keluarganya langsung bergegas menyelamatkan diri.

Evakuasi nenek dan tak sempat selamatkan barang

Prioritas utama keluarga adalah mengevakuasi sang nenek yang tinggal tak jauh dari rumah mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X