“Masih ada satu anak kucing lagi yang ditunggu kedatangannya karena belum kunjung datang ke rumah. Dulu sudah ditempatkan di tempat yang aman, tapi entah ke mana,” tulis keterangan lanjutan.
Saat ini, keluarga tersebut terpaksa tinggal di tenda pengungsian karena rumah mereka rusak parah akibat terjangan banjir bandang.
Baca Juga: Arus Natal meningkat tajam, volume kendaraan ke arah Cirebon di Tol Cipali naik 86 persen
Tuai pujian dan empati warganet
Video tersebut mendapat respons luar biasa dari warganet. Hingga kini, unggahan itu telah diputar lebih dari 950 ribu kali dan disukai lebih dari 109 ribu akun.
Banyak warganet mengaku terharu melihat ketulusan sang ayah yang tetap memikirkan nasib hewan peliharaannya di tengah kesulitan hidup.
“Muka bapaknya bahagia banget karena kucingnya bisa makan,” tulis akun @ayas*****.
“Yang sering terlupakan, bumi juga tempat di mana para hewan bernaung,” komentar akun @sec******.
“Sehat selalu pak, terima kasih sudah menjadi manusia baik untuk anak-anak bulu,” tulis akun @musl*********.
Baca Juga: Perayaan Natal berlangsung, Kang Rey imbau warga dan wisatawan jaga kondusivitas Subang
Update banjir dan longsor di Sumatera
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 22 Desember 2025, total korban jiwa akibat banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.090 orang, dengan 186 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka.
Jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—mencapai 499.900 jiwa.
Selain itu, tercatat sekitar 147 ribu rumah rusak serta ratusan fasilitas publik terdampak bencana.
Untuk wilayah Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu daerah terdampak paling parah, tercatat 68 warga meninggal dunia dan 150.500 jiwa mengungsi akibat banjir bandang.***
Artikel Terkait
Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit
Pecah tangis syukur warga Pulau Tiga Aceh Tamiang saat relawan pertama tiba usai banjir
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
Momen haru penyintas banjir Aceh Tamiang pilih ambil bantuan secukupnya: Korban bukan kami sendiri
Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat
Ferry Irwandi ingatkan risiko syok pasar usai kirim cabe dari Aceh: Rantai suplai jangan rusak
Sherly Annavita bongkar realita distribusi bantuan bencana Sumatera: Akses terjal hingga minim komando terpusat