Dengan sisa tenaga, mereka berusaha memberi tanda agar segera dievakuasi.
Baca Juga: Jembatan putus, Desa Sekumur Aceh Tamiang terisolasi: Warga tinggal di terpal dan butuh tenda layak
“Kami tak ada makan, kami tidur di atas rumpu, kami minta tolong orang di atas jembatan,” katanya.
Kisah dari Kota Lintang Bawah ini menjadi potret pilu dahsyatnya banjir bandang di Aceh Tamiang.
Trauma malam mencekam itu masih membekas kuat di benak para penyintas, yang kini harus memulai hidup dari nol, bahkan sebagian hanya tersisa pakaian di badan.***
Artikel Terkait
Viral air banjir Aceh Tamiang diduga bercampur solar, warga temukan lapisan minyak mengambang
Jalan kaki 9 jam demi sembako, kisah ibu di Tapanuli Tengah buka wajah buram distribusi bantuan bencana
Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan
Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar
Jembatan putus, Desa Sekumur Aceh Tamiang terisolasi: Warga tinggal di terpal dan butuh tenda layak
Momen anak-anak pengungsi Aceh ‘paksa’ relawan makan roti bareng: Kita makan bersama om
Krisis air bersih pascabanjir, warga Aceh Tamiang terpaksa gunakan air sumur keruh demi bertahan hidup