GENMILENIAL.ID — Sudah lebih dari tiga pekan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.
Namun hingga kini, dampak bencana masih sangat dirasakan warga, terutama di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang.
Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
Banjir besar yang terjadi pada 17 November 2025 itu menghancurkan permukiman warga, memutus akses jalan, serta mengisolasi sejumlah desa.
Baca Juga: Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar
Kondisi Desa Sekumur terungkap lewat unggahan video Marlina Usman, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, yang berkunjung langsung ke lokasi.
Akses desa terputus, warga hanya bisa lewat perahu nelayan
Dalam unggahan Instagram @marlinausman pada Minggu, 21 Desember 2025, Marlina menggambarkan kondisi Desa Sekumur yang hingga kini masih sulit dijangkau.
Jembatan utama yang menjadi akses penghubung hanyut diterjang banjir bandang, membuat desa tersebut terisolasi total.
“Semuanya hancur luluh lantak, tak tersisa apa pun yang bisa mereka gunakan untuk membangun lagi rumah mereka,” tulis Marlina dalam keterangan videonya.
Baca Juga: Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan
Untuk mencapai Desa Sekumur, warga maupun relawan harus menyeberangi sungai menggunakan perahu nelayan.
Perjalanan dari Kota Tamiang menuju lokasi memakan waktu sekitar dua jam dengan medan yang berat.
“Akses menuju Kampung Sekumur ini harus menggunakan perahu karena jembatan yang biasa mereka gunakan sudah terbawa arus,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Jawab julukan 'Bupati Beton', Kang Rey tekankan layanan publik bersih dan kerja terukur
Kehilangan rumah akibat banjir, bocah pengungsi Aceh ini tak minta mainan: Aku mau ngaji
Viral kebaikan pengungsi Aceh, berbagi rambutan untuk relawan di tengah musibah
Viral air banjir Aceh Tamiang diduga bercampur solar, warga temukan lapisan minyak mengambang
Jalan kaki 9 jam demi sembako, kisah ibu di Tapanuli Tengah buka wajah buram distribusi bantuan bencana
Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan
Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar