“Melihat ini rasanya sedih, hancur. Mereka desak-desakan, lari buru-buru demi satu kantong sembako,” ungkapnya.
Bagi warga Aceh Tamiang, bantuan tersebut menjadi harapan untuk bertahan di tengah keterbatasan pascabencana.
“Itu yang jadi harapan mereka untuk bisa bertahan hidup hari ini,” tandas Vilmei.***
Artikel Terkait
Bikin haru! Kepolosan bocah pengungsi Aceh Tamiang lompat kegirangan saat dapat bantuan baju baru
Terisolasi pascabencana, warga Sibolga tempuh 5 jam susuri gunung demi jemput bantuan logistik
Tak ada sinyal pascabencana, pria ini tempuh 66 kilometer jalan kaki dari Sibolga ke Tarutung demi kabarkan keluarga
Terisolir pascabanjir, warga Bonan Dolok Tapteng jalan kaki dan seberangi sungai demi jemput bantuan logistik
JPP Promedia bahas kerangka nasional bantuan kemanusiaan, soroti pentingnya koordinasi bencana dan peran alutsista militer
Tanpa bangku dan kursi, anak-anak pengungsi di Aceh Tengah tetap belajar di sekolah darurat pascabanjir
Forum JPP Promedia bahas penanganan bencana Sumatera, Anggota Task Force ISI soroti peran TNI