Terisolir pascabanjir, warga Bonan Dolok Tapteng jalan kaki dan seberangi sungai demi jemput bantuan logistik

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 17 Desember 2025 | 23:04 WIB
Cerita warga Bonan Dolok saat mengambil bantuan ketika desanya masih terisolir (TikTok/zaits_bf)
Cerita warga Bonan Dolok saat mengambil bantuan ketika desanya masih terisolir (TikTok/zaits_bf)

GENMILENIAL.ID — Banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara pada akhir November 2025 menyisakan dampak serius terhadap akses dan infrastruktur di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Salah satu daerah yang terdampak paling parah adalah Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis, yang hingga kini masih berada dalam kondisi terisolir akibat jalan amblas dan rusak berat.

Rusaknya akses utama memaksa warga Bonan Dolok melakukan perjuangan ekstra demi mendapatkan bantuan logistik.

Dalam kondisi medan yang sulit dan berisiko, warga tetap bergerak dengan berjalan kaki menempuh jarak cukup jauh, bahkan harus menyeberangi sungai demi memenuhi kebutuhan dasar.

Baca Juga: Tak ada sinyal pascabencana, pria ini tempuh 66 kilometer jalan kaki dari Sibolga ke Tarutung demi kabarkan keluarga

Kondisi tersebut terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @zaits_bf pada Rabu, 17 Desember 2025.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa warga Bonan Dolok berkumpul dan saling membantu untuk menjemput bantuan makanan.

“Sibolga dan Tapteng hari ini, viral terlihat warga Bonan Dolok Sitahuis mendapatkan bantuan makanan setelah menempuh perjalanan cukup jauh karena akses jalan rusak akibat banjir dan longsor,” tulis keterangan akun tersebut.

Jalan becek hingga menyeberangi sungai

Dalam video yang beredar, salah satu warga menceritakan betapa beratnya medan yang harus dilalui.

Baca Juga: Terisolasi pascabencana, warga Sibolga tempuh 5 jam susuri gunung demi jemput bantuan logistik

Jalanan licin dan berlumpur membuat perjalanan menjadi penuh risiko, terlebih dengan ancaman longsor susulan.

“Takut longsor, iya jalannya kan becek semua. Ada lagi menyeberangi sungai kami nanti pulang,” ujar seorang warga dalam rekaman tersebut.

Meski demikian, warga tetap melanjutkan perjalanan demi mendapatkan bantuan berupa beras, mi instan, ikan sarden, hingga minyak goreng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X