GENMILENIAL.ID — Kepedulian mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, terhadap masyarakat Tanah Air kembali mencuri perhatian publik.
Meski sudah tidak lagi menangani Skuad Garuda, pelatih asal Korea Selatan itu diam-diam menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.
Diketahui, bencana alam menerjang beberapa daerah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025.
Musibah tersebut memicu gelombang solidaritas dari berbagai kalangan, termasuk tokoh olahraga nasional dan internasional.
Baca Juga: Dinsos Subang tegaskan kolaborasi filantropi jadi kunci jawab masalah sosial daerah
Bantuan STY terungkap lewat media sosial
Aksi kemanusiaan Shin Tae-yong ini pertama kali terungkap melalui unggahan akun Instagram @hantambolaindonesia pada Rabu, 16 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, tampak poster bertuliskan kepedulian Coach STY terhadap korban bencana Sumatera.
Unggahan itu sontak mendapat perhatian warganet, mengingat Shin Tae-yong sudah cukup lama berpisah dengan Timnas Indonesia.
Namun, kepeduliannya terhadap masyarakat Indonesia dinilai tidak pernah luntur.
Baca Juga: Gerakkan zakat berdampak, 59 fundraiser Subang raih Assyifa Islamic Philanthropy Award 2025
Salurkan sembako ke Aceh Tamiang
Dalam video yang diunggah, bantuan dari Shin Tae-yong terlihat disalurkan dalam bentuk sembako ke wilayah Aceh Tamiang, salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat banjir.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan beberapa truk besar dan langsung didistribusikan kepada warga terdampak melalui posko pengungsian setempat.
Artikel Terkait
Lawan keterisolasian, warga Beutong Ateuh nekat bangun jembatan kayu di tengah arus sungai deras
Tak punya uang, punya tenaga: Pemuda Aceh rela jalan puluhan kilometer jual cabai demi korban banjir
Korban banjir Aceh Tamiang beri semangat untuk Mualem: Konflik dan tsunami saja kita sudah hadapi
Akademisi soroti pernyataan kontroversial Kepala BNPB soal banjir Sumatera: Masalahnya ada pada informasi lapangan
Banjir dan longsor Sumatera masuk ranah pidana, Satgas PKH petakan perusahaan terindikasi
Hujan masih terus turun, akademisi khawatir pemulihan pascabencana Sumatera akan berlangsung lama
Ferry Irwandi ungkap harapan baru warga Aceh Tengah, panen cabe bangkitkan ekonomi pascabencana