Apa yang membuat kisah ini menyentuh adalah perjuangan fisik yang harus ia lalui.
Ia rela menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki, membawa beban cabai, di tengah situasi pascabencana yang serba terbatas.
Baca Juga: Disorot lewat aduan publik, Kang Akur tegaskan ASN Subang wajib gerak cepat dan tuntas layani warga
Bagi pemuda tersebut, bantuan sekecil apa pun tetap berarti bagi korban banjir.
“Walaupun sedikit yang bisa kita bawa, tapi bisa membantu orang itu,” katanya penuh keyakinan.
Ia menyadari bahwa tidak semua orang mampu membantu dengan uang. Namun, baginya, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berpangku tangan.
Solidaritas tanpa pamrih
Kalimat yang diucapkannya kemudian menjadi inti dari pesan kemanusiaan yang ia bawa.
Baca Juga: Dua atlet menembak asal Subang persembahkan medali perak untuk Indonesia di SEA Games Thailand 2025
“Tak bisa kita bantu dengan uang, bisa kita bantu dengan tenaga,” pungkasnya.
Ungkapan itu mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Aceh.
Di saat bencana melanda, solidaritas tidak selalu hadir dalam bentuk dana besar, tetapi juga dalam keringat, langkah kaki, dan niat tulus.
Inspirasi di tengah bencana
Kisah pemuda penjual cabai ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan sering kali hadir dari tindakan paling sederhana.
Baca Juga: Banjir bandang kembali terjang Batu Busuk Padang, arus deras jebol tanggul dan seret warga
Artikel Terkait
Lelah makan mi di pengungsian, sepiring nasi Padang jadi 'hari raya' bagi korban banjir Aceh Tamiang
Di balik senyumnya, bocah pengungsi Aceh hanya minta satu baju karena pakaiannya hanyut
Sinyal masih sulit, relawan bantu ibu di Aceh Tamiang video call anak yang kuliah di Yaman: Mamak di sini aman
Tolak uang dan makanan, pengungsi Aceh Tamiang ini hanya minta mukena agar bisa salat
Pengungsi Aceh jamui relawan dari dapur umum, kisah berbagi di tengah duka banjir bikin haru
Jembatan Bailey Teupin Mane mulai difungsikan, akses bantuan ke Bener Meriah kembali terbuka
Banjir bandang kembali terjang Batu Busuk Padang, arus deras jebol tanggul dan seret warga