Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu, 10 Desember 2025, dampak banjir bandang di Aceh masih sangat besar.
Sebanyak 391 orang meninggal dunia, 31 orang masih hilang, dan sekitar 4,3 ribu orang mengalami luka-luka.
Baca Juga: Pecah tangis suami saat tahu istrinya yang hamil tua tewas dalam kebakaran di gedung Terra Drone
Jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Aceh Tamiang (252,6 ribu jiwa) dan Aceh Utara (238,5 ribu jiwa). Selain itu, tercatat 138,5 ribu rumah rusak di 18 kabupaten terdampak.
Bantuan terus mengalir
Hingga kini, aliran bantuan untuk para pengungsi masih terus berdatangan.
Pihak pemerintah juga mempercepat pemulihan jaringan listrik dan internet seiring terbukanya kembali akses jalur darat yang sebelumnya terputus akibat luapan banjir dari wilayah hulu.
Meski begitu, kebutuhan pakaian layak pakai bagi para penyintas, termasuk laki-laki, masih menjadi perhatian, terutama karena kondisi cuaca malam di posko cukup dingin dan kebutuhan pakaian bersih sangat mendesak.***
Artikel Terkait
Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal aksi udunan warga Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera
Bocah Aceh ceritakan detik-detik saat banjir bandang, mengira hari itu adalah hari terakhir hidupnya
'Uang tidak berharga, makanan yang penting’: Suara pengungsi Aceh Tamiang di tengah gelapnya tenda darurat
Pilu peternak Aceh Utara yang kehilangan puluhan kambing usai disapu banjir bandang
Akses masih terputus, warga Bener Meriah tempuh 3–4 jam jalan kaki demi dapat bantuan beras
Eks penyelidik KPK soroti dugaan pembalakan liar di balik banjir Sumatera, singgung peran korporasi hingga pejabat
Ribuan kayu gelondongan bertanda Kemenhut terdampar di pesisir Lampung, diakui berasal dari kecelakaan kapal PT Minas Pagai Lumber