'Uang tidak berharga, makanan yang penting’: Suara pengungsi Aceh Tamiang di tengah gelapnya tenda darurat

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 10 Desember 2025 | 16:01 WIB
Tangkapan layar seorang pengungsi di Aceh Tamiang yang menyebut makanan lebih penting di tenda pengungsian dibandingkan uang (Facebook/Charren Ladyong Yekching)
Tangkapan layar seorang pengungsi di Aceh Tamiang yang menyebut makanan lebih penting di tenda pengungsian dibandingkan uang (Facebook/Charren Ladyong Yekching)

Banjir bandang di Aceh Tamiang terjadi akibat curah hujan tinggi berhari-hari, memicu luapan sungai hingga memutus jalur transportasi.

Baca Juga: Menkop Ferry Juliantono resmikan Koperasi Merah Putih Tukangkayu, Banyuwangi jadi model penguatan ekonomi kelurahan

Ribuan warga terpaksa mengungsi dengan kondisi yang sangat terbatas.

Banyak di antara mereka hanya membawa pakaian yang menempel di badan saat menyelamatkan diri dari arus banjir.

Hingga kini, kebutuhan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, perlengkapan sanitasi, dan penerangan menjadi prioritas utama.

Para penyintas berharap distribusi bantuan dapat segera menjangkau seluruh titik pengungsian yang masih terisolasi.

Baca Juga: Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal aksi udunan warga Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera

Harapan pengungsi: Bertahan hari ini, bangkit esok

Di tengah situasi yang berat, para penyintas Aceh Tamiang masih menyimpan harapan agar bencana segera berlalu.

Mereka berharap adanya perhatian yang lebih menyeluruh, bukan hanya dalam bentuk bantuan makanan tetapi juga kebutuhan dasar lain yang sering terlewat, seperti penerangan dan perlengkapan tidur.

Kisah pengungsi ini menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, nilai hidup berubah drastis, dari yang semula mengejar penghasilan menjadi sekadar memastikan keluarga tetap bisa makan dan bertahan melewati malam yang gelap.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X