Bocah Aceh ceritakan detik-detik saat banjir bandang, mengira hari itu adalah hari terakhir hidupnya

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 10 Desember 2025 | 15:41 WIB
Tangkapan layar seorang bocah saat mengenang detik-detik bencana hingga mengira itu adalah hari terakhir hidupnya (Instagram/ddtvofficial)
Tangkapan layar seorang bocah saat mengenang detik-detik bencana hingga mengira itu adalah hari terakhir hidupnya (Instagram/ddtvofficial)

"Sebelum airnya naik, saya pergi ke warung yang bertingkat," ujarnya mengenang.

"Di situ airnya naik, naik, naik. Habis itu ada tingkat, saya naik ke atas," sambungnya.

Baca Juga: Menkop Ferry Juliantono resmikan Koperasi Merah Putih Tukangkayu, Banyuwangi jadi model penguatan ekonomi kelurahan

Tindakan spontan itu menyelamatkannya. Tidak lama setelah ia naik ke lantai atas, kedua orang tuanya menyusul dalam kondisi panik.

"Habis itu datang mama dan ayah saya," ceritanya.

Namun perjalanan menyelamatkan diri tidak berjalan mulus. Ia sempat terjatuh dan hampir terseret arus.

"Saya jatuh, terus ditemukan, terus dipegang kaki saya sebelum dibawa air," ungkapnya, menggambarkan situasi kritis yang hampir merenggut nyawanya.

Baca Juga: Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal aksi udunan warga Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera

Doa kecil dari seorang anak yang baru lolos dari maut

Meski mengalami pengalaman mengerikan, bocah itu menutup kisahnya dengan doa sederhana penuh ketulusan.

"Semoga keluarga yang ada di sini sehat selalu, mudah rejekinya selalu," tutupnya.

Kisah ini bukan hanya menggambarkan dahsyatnya banjir bandang di Aceh, tetapi juga memperlihatkan betapa beratnya dampak psikologis yang dialami anak-anak ketika berhadapan dengan bencana alam.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X