Nenek Alvaro ungkap alibi janggal keluarga pelaku: Sebut ada ‘orang suruhan’ dan pembungkaman fakta

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 25 November 2025 | 15:32 WIB
Tangkapan layar tempat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah hilang sejak Maret 2025 (TikTok/iqbalcahyadi12)
Tangkapan layar tempat Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah hilang sejak Maret 2025 (TikTok/iqbalcahyadi12)

GENMILENIAL.ID — Dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tewasnya Alvaro Kiano Nugroho kembali mencuat setelah Sayem, nenek korban, mengungkap adanya alibi yang dinilai janggal dari keluarga ayah tiri Alvaro.

Ia meyakini ada lebih dari satu orang yang mengetahui atau terlibat dalam rangkaian kejadian tragis ini.

Sebagai latar, Alvaro anak berusia enam tahun yang hilang sejak Maret 2025 ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di kawasan Kali Cilalay, Bogor, Jawa Barat, Minggu 23 November 2025. Identitas jasad masih menunggu hasil tes DNA.

Baca Juga: Akses pertanian pulih, warga Manyingsal nilai perbaikan jalan 2,8 km Bupati Subang bantu nafkah warga

Penemuan jasad itu langsung mengarah pada penangkapan ayah tirinya, Alex, yang diduga menjadi pelaku utama sebelum akhirnya meninggal dunia saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan.

Alibi janggal: Katanya itu bangkai anjing

Sayem mengungkap bahwa adik dari ayah tiri Alvaro sempat memberikan jawaban yang dianggap tidak wajar ketika tetangga mencium bau menyengat dari rumah Alex.

“Katanya bukan, itu mah bangkai anjing. Jadi keluarganya terlibat semua,” ujar Sayem, Senin 24 November 2025. 

Menurutnya, respons itu menjadi indikasi bahwa ada pihak lain dalam keluarga yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Mahfud MD ingatkan demokrasi Indonesia mulai menyimpang: Prosedur jalan, substansi hilang

Kronologi versi nenek: Diajak beli mainan, dibekap handuk, lalu dibawa ‘orang suruhan’

Sayem mengungkap rangkaian kejadian berdasarkan keterangan keluarga. Awalnya, Alvaro diajak ayah tirinya untuk membeli mainan.

Namun dugaan polisi menunjukkan skenario berbeda, sang anak dibekap menggunakan handuk hingga tak bernyawa.

“Pelaku mengajak Alvaro membeli mainan, namun ternyata korban dibekap dengan handuk,” tutur Sayem.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X