KDM juga menyoroti pentingnya pendekatan rehabilitatif bagi siswa yang merokok atau berperilaku menyimpang.
Menurutnya, dana bagi hasil pajak rokok dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membiayai program rehabilitasi siswa.
“Anak-anak yang merokok harus direhab, bukan digaplok. Semakin digaplok, makin nambah merokoknya,” tegasnya.
Baca Juga: Banyak anak SD alami gangguan penglihatan, PKK Subang gerak cepat bagikan 1.000 kacamata
Guru minta maaf dan akui kesalahan
Sementara itu, Rana Saputra, guru IPS yang menjadi sorotan publik, mengaku menyesal dan berjanji mengubah metode pendisiplinan.
“Saya akui memukul siswa, tapi niat saya bukan mencederai. Ini pelajaran berharga,” ujarnya.
Ia berkomitmen mengikuti arahan KDM agar sanksi diberikan dengan cara lebih mendidik.
“Ke depan cukup kerja sosial, bersihkan toilet, betulkan bangku, atau cat kelas. Anak tetap disiplin tanpa disakiti,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Dari Subang, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bicara generasi gelisah dan pentingnya kembali ke jati diri bangsa
Dari sekolah rakyat hingga irigasi desa, begini wujud nyata implementasi PU 608
10 Ribu anak jadi korban keracunan MBG, pemerintah tutup 106 dapur: Saatnya orang tua ikut siapkan makanan sekolah?
Dedi Mulyadi bongkar selisih data dugaan dana Rp4,1 triliun APBD Jabar di bank, soroti beda sistem laporan BI dan Kemendagri
Usai Dedi Mulyadi klaim Pemda Jabar simpan dana giro di bank, Menkeu Purbaya: Malah lebih rugi lagi
Adu argumen Menkeu Purbaya vs Dedi Mulyadi viral, Helmy Yahya sebut dua gaya komunikasi kuat: Koboi vs spontanitas
Dedi Mulyadi: Banyak tindak pidana ringan terjadi karena kebutuhan dasar warga belum terpenuhi