Renungan sunyi usai kepergian Timothy Anugerah: Jeritan hati ibunda ke anaknya yang dibayangi jahatnya perundungan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 23:32 WIB
Menyoroti kepergian Mahasiswa Udayana, Timothy Anugerah dalam bayang-bayang kasus perundungan (X.com/@Meta80ki - @Agenttt)
Menyoroti kepergian Mahasiswa Udayana, Timothy Anugerah dalam bayang-bayang kasus perundungan (X.com/@Meta80ki - @Agenttt)

Tulisan tangan itu memuat harapan-harapan kecil yang kini terasa begitu memilukan.

“Semester 1: belajar keadaan sekeliling kuliah. Mengenalkan diri ke sesama rekan mahasiswa,” demikian tertulis dalam potret yang dibagikan ulang oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Baca Juga: Pemerintah luncurkan Program Magang Nasional: 26 ribu posisi sudah dibuka, gaji setara UMK dan jaminan sosial disiapkan

Pada semester 2 dan 3, Timothy menulis keinginannya untuk mencari teman dan ikut organisasi kampus.

Sementara di semester 8, ia hanya menuliskan satu harapan sederhana: “Tugas akhir, wisuda, mencari pekerjaan.”

Tulisan itu kini menjadi pengingat betapa sederhananya mimpi seorang mahasiswa yang mungkin hanya ingin diterima dan memiliki teman.

Kenangan ibunda Timothy Anugerah

Dalam unggahan video yang sama, terekam momen ibunda Timothy memberi penghormatan terakhir kepada anaknya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga: KPK respons isu mark up proyek Whoosh usai Mahfud MD ungkap perbedaan hitungan Indonesia dan China

Suara lirihnya menembus kesunyian, seolah menyampaikan pesan cinta yang tak sempat diucapkan kembali.

“Saat dia masih kecil, ada satu momen dia melihat dengan mata polos, dengan tulus berterima kasih untuk makanan yang ibu buat,” ucap sang ibunda lembut, mengenang anaknya yang kini telah tiada.

Pelukan keluarga mengiringi tangis duka itu, sementara publik di seluruh Indonesia larut dalam empati mendalam atas peristiwa yang menyadarkan kita semua, bahwa perundungan membunuh dalam senyap.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X