Pemerintah luncurkan Program Magang Nasional: 26 ribu posisi sudah dibuka, gaji setara UMK dan jaminan sosial disiapkan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:55 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada 1.666 perusahaan telah membuka 26.000 lowongan untuk peserta program Magang Nasional (Instagram/airlanggahartarto_official)
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada 1.666 perusahaan telah membuka 26.000 lowongan untuk peserta program Magang Nasional (Instagram/airlanggahartarto_official)

GENMILENIAL.ID — Pemerintah resmi menggulirkan Program Magang Nasional sebagai langkah strategis membuka peluang kerja bagi lulusan muda di tengah meningkatnya jumlah pengangguran terdidik dan ketatnya persaingan kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, hingga pertengahan Oktober 2025, sebanyak 1.666 perusahaan telah mendaftar dengan total 26.181 posisi magang yang siap ditempati.

“Per hari ini jumlah perusahaan yang menyiapkan posisi kerja mencapai 156.159 orang,” ujar Airlangga saat konferensi pers di Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2025.

Baca Juga: KPK respons isu mark up proyek Whoosh usai Mahfud MD ungkap perbedaan hitungan Indonesia dan China

Dua gelombang magang, dimulai 20 Oktober 2025

Program ini akan berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama dimulai 20 Oktober 2025 dengan 20 ribu peserta, sementara gelombang kedua akan digelar November mendatang dengan target tambahan 80 ribu peserta.

Airlangga menjelaskan, peluncuran program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam paket stimulus ekonomi kuartal IV 2025, yang bertujuan memperkuat transisi lulusan baru menuju dunia kerja formal.

Uang saku setara UMK dan dapat jaminan sosial

Setiap peserta magang akan menerima uang saku bulanan setara UMK di wilayah kerja masing-masing. Pemerintah juga menanggung jaminan kehilangan pekerjaan (JK) dan jaminan kematian (JKM) tanpa memotong uang saku peserta.

Baca Juga: 'Menembus ujung Subang': Kang Rey tepis isu ketimpangan lewat Saba Desa Blanakan

“Seluruh peserta magang diberikan uang saku per bulan yang besarannya sama dengan upah minimum kabupaten/kota, dan mereka juga mendapat iuran untuk jaminan sosial,” kata Airlangga.

Kampus turut terlibat

Program ini turut melibatkan berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Pancasila, untuk memastikan keselarasan antara materi akademik dan kebutuhan industri.

“Kami ingin mahasiswa belajar di dunia kerja tanpa kehilangan konteks akademiknya,” tambah Airlangga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X