Trump terdiam, matanya menyipit. "Rupiah? Itu semacam koin dari film Indiana Jones?"
"Bukan! Ini dari Indonesia!" seru Tuan LBP penuh semangat.
"Bayangkan, kita bisa membayar prajurit cadangan dengan Rupiah! Mereka pasti bingung, dan kebingungan adalah bentuk pertahanan terbaik! Dan lagi, dengan inflasi kita yang meroket, Rupiah akan terlihat jauh lebih stabil di mata dunia!"
Baca Juga: Pisah Pemilu 2029, DPD ingatkan risiko politik dan administratif: Jeda dua tahun bukan masalah kecil
Netanyahu merangkak keluar dari bawah meja, matanya berbinar aneh.
"Rupiah... Rupiah... Ide brilian! Kita bisa bilang ini adalah 'strategi diversifikasi moneter yang inovatif'!"
Elon Musk tiba-tiba menunjuk ke luar jendela, di mana Tel Aviv yang hancur kini terlihat seperti instalasi seni modern yang paling absurd.
"Tunggu! Saya dapat ide! Kita jual saja seluruh Tel Aviv ini ke turis-turis kaya sebagai 'pengalaman simulasi perang yang otentik'! Dengan harga Rupiah!"
Baca Juga: Trump klaim gencatan senjata Israel-Hamas segera terwujud: Pekan depan bisa jadi momen bersejarah
Trump mengangguk penuh semangat. "Genius! Kita bangun replika Gaza di sini, lalu kita kenakan biaya masuk ke turis-turis kaya yang ingin merasakan 'sensasi konflik'! Tremendous!"
Tuan LBP atau Mister Rupiah mengeluarkan sekantong besar koin Rupiah.
"Dan untuk menutupi biaya personel, kita suruh saja para prajurit cadangan itu menjual es kelapa muda dan nasi goreng di tengah puing-puing! Pasti laku, kan? Rasanya familiar dengan resonansi Rupiah!"
Netanyahu, yang kini sepenuhnya terpaku pada ide gila ini, mengangkat tangannya.
"Dan kita sebut ini... 'Program Pemulihan Ekonomi Zionis Berbasis Kuliner dan Simulasi Perang Rupiah'!"
Artikel Terkait
Perjalanan Sastra Indonesia, dari dulu hingga kini, seperti apa?
Mengenal Tetralogi Pulau Buru: Warisan sastra yang membongkar sejarah dan kemanusiaan
CERPEN: Duel drone di langit Haifa
CERPEN: Kupu-kupu hitam di langit Teheran
CERPEN: Kaca pecah di Negev
Iran bantah rencana negosiasi nuklir dengan AS, Menlu Araghchi sebut Washington penuh kontradiksi
WNI ceritakan momen mencekam saat perang Iran-Israel: Setiap malam ada serangan