Trump klaim gencatan senjata Israel-Hamas segera terwujud: Pekan depan bisa jadi momen bersejarah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 22:49 WIB
Presiden AS, Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden AS, Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)

GENMILENIAL.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok perlawanan Hamas di Jalur Gaza bisa segera terwujud, bahkan secepatnya dalam satu pekan ke depan.

Pernyataan ini ia sampaikan saat berbicara kepada jurnalis di Gedung Putih, Sabtu, 28 Juni 2025, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

"Saya pikir ini sudah semakin dekat. Saya berbicara dengan mereka yang terlibat," ujar Trump.

Baca Juga: AS surati Dewan Keamanan PBB: Serangan ke fasilitas nuklir Iran disebut upaya cegah kepemilikan senjata nuklir

"Kami pikir pekan depan kami sudah akan mendapat gencatan senjata (antara Israel-Hamas di Gaza)," tambahnya.

Didukung Mesir dan Qatar, Trump ambisius jadi penentu perdamaian

Trump mengklaim Amerika Serikat sedang menggencarkan mediasi intensif bersama Mesir dan Qatar, dua negara yang sebelumnya juga menjadi penengah dalam beberapa krisis Gaza.

Keberhasilan AS menjadi motor gencatan senjata Iran-Israel beberapa hari lalu, menurut Trump, bisa menjadi titik balik diplomasi di Gaza.

Namun, Trump tidak mengungkapkan siapa saja pejabat atau tokoh yang telah berbicara dengannya dalam upaya negosiasi tersebut.

Baca Juga: Setelah Iran-Israel, Trump incar Afrika: Klaim tengah damai Kongo-Rwanda lewat mediasi AS

Genosida dan kegagalan perundingan sebelumnya

Sejak perang meletus pada 2023, konflik di Gaza telah memakan ribuan korban jiwa.

Menurut PBB dan berbagai lembaga HAM internasional, serangan Israel ke Gaza sudah memasuki kategori genosida terhadap rakyat Palestina.

Gencatan senjata terakhir terjadi pada awal 2025, namun hanya berlangsung singkat. Sejumlah upaya damai sebelumnya kerap gagal karena kebuntuan di dua titik krusial:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X