esai

ESAI: Menemukan makna kehidupan ala Hector Garcia dan Francesc Miralles

Selasa, 13 Mei 2025 | 06:46 WIB
Muhamad Mirhosaini, Pengasuh Pondok Modern Assalam

Pertama, apa yang sebenarnya kamu cintai? kedua, apa yang dibutuhkan dunia dari mu? ketiga, kamu dibayar untuk apa? keempat, apa keahlian yang kamu miliki?

Menurut Dan Buettner, seorang reporter National Geographic yang mengenal jepang dengan baik menyebutkan bahwa memiliki tujuan hidup sangat penting dalam budaya jepang sehingga gagasan pensiun tidak ada disana.

Memiliki ikigai yang jelas akan membawa kepuasan, kebahagiaan dan makna dalam kehidupan kita.

10 aturan ikigai

Ada 10 aturan Ikigai yang akan menjadikan hidupmu lebih Panjang, Bahagia dan terarah, antara lain sebagai berikut :

  1. Terus aktif, Jangan pensiun
  2. Perlahan saja
  3. Jangan penuhi perutmu
  4. Kelilingi dirimu dengan teman baik
  5. Bugar untuk ulang tahun yang akan datang
  6. Jangan lupa untuk tersenyum
  7. Berhubungan kembali dengan alam
  8. Bersyukurlah
  9. Hiduplah pada saat ini
  10. Ikuti ikigai–Mu

10 aturan ikigai ini telah terbukti efektif dalam mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik dan penuh makna khususnya masyarakat jepang yang berada di prefektur atau provinsi Okinawa hingga menjadikan mereka mempunyai tingkat kehidupan berumur Panjang sehingga dijuluki sebagai Village of longevity.

Ikigai ini memberikan kita sebuah kunci yang sangat penting agar kita dapat menjalani hidup di dunia ini penuh dengan kebaikan sehingga tidak ada kata 'sia–sia' dalam melakukan pekerjaan apapun.

Muhamad Mirhosaini, Pengasuh Pondok Modern Assalam

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB