esai

ESAI: Soe Hok Gie dan warisan sunyi untuk generasi hari ini

Jumat, 25 April 2025 | 04:53 WIB
Yaya Suryana - Jurnalis

Maka jika hari ini kita bertanya: di mana Gie dalam zaman kita? Jawabannya mungkin ada dalam keberanian untuk tetap berpikir jernih, mencintai ilmu, bersikap adil, dan berpuisi dalam diam—dengan harapan bahwa dunia bisa sedikit lebih baik, walau kita tak sempat melihat hasilnya.

Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB