esai

ESAI: Merajut kasih, mencipta inspirasi

Senin, 25 November 2024 | 16:33 WIB
Irnantry Miftahudin, Guru SDIT Raflesia Depok

Baca Juga: Masa tenang, Panwaslu dan Muspika Cikaum gelar Apel Siaga dan Rakernis

Ketika siswa merasa dilihat dan dihargai, semangat mereka untuk belajar tumbuh dari dalam. 

Hasilnya, bukan hanya prestasi akademik yang meningkat, tetapi kebahagiaan mereka pun terlihat dan lebih mudah didapat. 

Namun demikian ada hari-hari di mana kelelahan atau tekanan membuat komunikasi terasa sebagai hambatan dan dalam momen-momen inilah, kami diingatkan bahwa mendidik adalah tentang ketulusan dan konsistensi. 

Ini bukan hanya untuk hari yang menyenangkan, tetapi untuk setiap hari di mana seorang anak membutuhkan kehadiran kita sebagai harapan.

Baca Juga: Laskar Benteng Indonesia deklarasi dukung pasangan Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie di Pilgub Jabar

Sebagai guru, kami pun belajar dari mereka, belajar tentang ketulusannya, keberaniannya, dan belajar ketika melihat kebahagiaan sederhana mereka.

Hal tersebut mengajarkan bahwa mendidik dengan sentuhan hati tidak hanya bermanfaat bagi mereka, tetapi juga bagi kami. 

Perjalanan ini membuat kami tumbuh sebagai pendidik yang memahami empati, dan kaya akan pengalaman emosional yang mendalam penuh arti.

Melalui pendekatan ini, kami percaya bahwa pendidikan sejati terjadi ketika ilmu dan kasih sayang berjalan beriringan. 

Baca Juga: Resmikan Gedung Zam-Zam RS PKU Muhammadiyah Temanggung, Haedar: Wujud nyata kontribusi Muhammadiyah untuk layanan kesehatan

Dengan membina siswa melalui ikatan hati, kami yakin SDIT Raflesia bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas dan berpengetahuan, tetapi juga individu yang memiliki jiwa kepemimpinan, rasa empati, dan akhlak yang mulia untuk generasi masa depan.

Pada akhirnya, ‘Membina dengan Ikatan Hati’ bukan hanya slogan, melainkan napas dari pendidikan yang bermakna, membawa kehangatan dalam setiap kelas dan menginspirasi setiap langkah siswa di masa depan.

Irnantry Miftahudin, Guru SDIT Raflesia Depok

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB