Untuk membangun sebuah bangsa tidak hanya diperlukan kemudahan mendapatkan ilmu pengetahuan bagi peserta didik, namun juga pembangunan karakter.
Pembangunan karakter inilah yang seyogyanya saat ini terus mendapat perhatian. Bangsa Indonesia memiliki nilai adat pergaulan dan budaya leluhur yang sangat tinggi dan harmonis.
Keberagaman budaya yang menjadi pondasi dan menjadi nilai pergaulan hidup diantara masyarakat yang ramah, toleran, saling menghargai, saling menghormati, gotong royong dan lainnya,
Ini harus terus terjaga dan terus terinternalisasi menjadi karakter dalam pergaulan setiap individu masyarakat, dan pembangunan karakter inilah peran guru yang sesungguhnya.
Dengan kemudahan mendapatkan informasi dan pengetahuan saat ini, peran guru saat ini tidak lagi menjadi pentransfer ilmu, namun sebagai pendamping, pembimbing dan penuntun peserta didik dalam mendapatkan ilmu pengetahuan serta menjaga karakter nilai-nilai bangsa agar terus tumbuh dalam diri peserta didik.
Dengan perkembangan saat ini, maka akan berkembang pula psikologis anak dalam pelaksanaan pembelajaran.
Guru saat ini dituntut untuk mengetahui pola-pola pembelajaran anak, karena setiap anak memiliki pola yang berbeda, sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Selain itu guru harus mampu pula menghadirkan pembelajaran berdiferensiasi.
Dari keberadaan di atas, maka muncul pertanyaan, guru yang bagaimanakah yang saat ini diperlukan?
Jawabannya adalah guru yang selalu dirindukan oleh peserta didiknya. Guru yang mampu menuntun peserta didiknya, memiliki kedekatan dengan peserta didik dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
Guru yang dirindukan oleh peserta didiknya berarti mereka rindu untuk belajar dan dengan belajar mereka akan bertumbuh dengan nilai dan karakter yang positif.
Guru harus mampu membentuk peserta didik yang tanguh, berintegritas, santun dan mampu beradaptasi dengan segala perubahan.
Guru yang dirindukan akan memberikan dampak bagi kehidupan peserta didik dimasa mendatang.