esai

ESAI : Anak seusia SMP dan perilaku kekerasan

Kamis, 6 Juni 2024 | 20:41 WIB
Ucu S.S, Pendidik dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Subang

Informasi yang kemudian muncul dalam media online tersebut, mereka serap dan simpan dalam memori mereka. 

Anak yang cenderung pendiam akan kemungkinan besar pula melakukan tindakan yang tidak kita prediksi, terlebih pula anak yang pergaulannya terbuka. 

Bersambut dengan banyaknya informasi yang muncul tersebut saat ini, yang juga sejalan dengan sikap aktualisasi diri, ekspresi diri dan sikap keakuannya serta sebagai imbas dari pergaulan dengan teman. 

Baca Juga: ESAI : PPDB Sistem zonasi dan fenomena ‘Nyaah Dulang’

Kegiatan terkait dengan kekerasan, menjadi hal yang menarik bagi anak seusia SMP ini, sehingga tak heran bila mereka juga ‘ikut-ikutan’ dalam kegiatan tersebut.

Apapun bentuknya karakteristik pada usia remaja awal ini perlu diketahui dan disikapi oleh para orang tua dengan bijak, agar tidak menimbulkan hal-hal yang kurang berkenan, dalam hal ini berbagai tindak kekerasan. 

Berbagai tindakan perlu dilakukan oleh para orang tua, diantaranya membekali dengan kegiatan keagamaan selepas pulang sekolah.

Kemudian melakukan pengawasan, baik pergaulan dengan teman, penggunaan gawai hingga pemberian izin penggunaan sepeda motor. 

Melakukan tindakan yang bersifat mengayomi bukan menghakimi menjadi tindakan yang lebih produktif untuk mereka.

Baca Juga: Catat, ini 8 manfaat daun kari bagi kesehatan

Membuka ruang dialog, berbincang, mendengarkan keinginan mereka, memunculkan potensi dan hobi positif, dan tidak memberikan beban atau ekspektasi berlebih menjadi tindakan yang perlu dilakukan pula. 

Pada dasarnya kenyamanan dan dapat mengaktualisasikan diri adalah kondisi yang mereka ingin dapatkan.

Apaun tindakan kekerasan yang telah terjadi, terkait ekses yang muncul saat ini, menjadi momentum dasar bagi orang tua, maupun pihak lainnya.

Untuk mengetahui keberadaan perkembangan psikologis anak seusia SMP ini, agar dapat dengan bersama-sama mengeliminasi bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi. 

Anak-anak ini merupakan generasi keberlanjutan kemajuan bangsa ke depan, sehingga perlu kita arahkan menuju hal-hal positif dan produktif.

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB