Film Sore bergerak dalam celah halus antara dua kutub itu. Jonathan mungkin tak bisa menghindari akhir kisahnya, tetapi cara dia sampai ke titik itu melalui perubahan sikap, perenungan, dan rasa bersalah, menunjukkan bahwa nasib bukanlah garis mati.
Ini mengajarkan kita bahwa walau takdir telah ditetapkan, Sang Maha Kuasa memberikan kesempatan untuk meraih nasib yang terbaik dari beberapa kemungkinan yang tersedia.
Baca Juga: Viral! halaman rumah warga pasuruan diduga dijadikan parkir liar penonton sound horeg
Di titik ini, waktu dalam film tidak hadir sebagai mesin, tetapi sebagai makhluk spiritual yang membawa pelajaran dan peluang perubahan.
Pertemuan takdir artistik: Lagu dan film yang dipersatukan waktu
Kekuatan narasi ini justru semakin menyatu ketika kita mendengar salah satu komentar dari audiens di sebuah video klip kanal youtube grup musik Barasuara yang juga akhirnya dipilih menjadi soundtrack film ini.
“Gue baru kepikiran kalau ada lagu yang emang ditakdirkan untuk sebuah film.”
Ketika membaca komentar ini, saya merasa bahwa kalimat itu bernada refleksi, ia membawa kita pada satu momen magis, bahwa kadang, dua hal yang diciptakan secara terpisah, dalam ruang dan waktu yang berbeda, akhirnya dipertemukan karena keselarasan takdir artistik.
Baca Juga: Santer dikabarkan dekat dengan Ria Ricis, Evan DC hadiri ultah Moana
Lagu 'Terbuang Dalam Waktu' dari Barasuara bukanlah lagu yang dipesan untuk film ini. Ia lahir dalam semesta musiknya sendiri, tidak mengenal Jonathan, tidak mengenal Sore. Tapi waktu mempertemukan mereka.
Produser dan Sutradara melihat lagu ini bukan hanya cocok, tetapi seakan memang ditakdirkan untuk masuk dalam penciptaan suasana ruh filmnya.
Dalam keindahan artistik seperti ini, takdir tidak hadir sebagai sesuatu yang kaku, tetapi justru sebagai harmoni yang tak terencana namun terasa benar.
Lagu itu menyatu dengan gambar, bukan sebagai ilustrasi, tetapi sebagai perasaan itu sendiri.
Baca Juga: Makna spesial di balik tema ultah Moana dan Ria Ricis yang habiskan Rp1 miliar
Kita tidak lagi mendengar musik, kita merasakan luka, jeda, dan harapan yang digambarkan lagu itu, seolah waktu memang sedang mengajarkan sesuatu melalui harmoni yang tidak disengaja.
Artikel Terkait
Sinopsis film ‘28 Years Later’, perjalanan Cillian Murphy di sebuah kota kecil dengan nuansa soundtrack yang mengerikan!
Tidak mengalami gangguan mistis, Erika Carlina justru kelelahan mental selama syuting film Pengantin Setan
Sudah ditonton 5 juta moviegoers, Gibran sebut film Jumbo sebagai era baru industri animasi Indonesia
Animator film ‘Jumbo’ Ryan Adriandhy ceritakan fakta menarik di balik soundtrack 'Selalu Ada di Nadimu’
Mengenal Tetralogi Pulau Buru: Warisan sastra yang membongkar sejarah dan kemanusiaan
Komentar Ernest Prakasa usai film 'Agak Laen' disalip JUMBO: Kekalahan paling membanggakan
Sastra Persia: Jejak spiritual dan budaya dari peradaban kuno hingga sufi modern