Cerita haru Sekjen Kemensos menjemput anak Sekolah Rakyat yang tinggal di pedalaman hutan Kalteng, rumahnya tak berlistrik

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 22 Januari 2026 | 00:50 WIB
Sekjen Kemensos Robben Rico membagikan cerita saat menjemput siswa Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah (Dok. Promedia)
Sekjen Kemensos Robben Rico membagikan cerita saat menjemput siswa Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah (Dok. Promedia)

Perjalanan menuju rumah Alfiyanur pun tidak mudah. Tim harus menempuh perjalanan sekitar 25 menit menggunakan mobil double cabin melewati jalan tanah, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit.

Baca Juga: 55 Hari pascabanjir, rumah warga Pidie Jaya masih tertimbun lumpur: Sebulan lagi Ramadan

“Jalannya bukan aspal, tanah semua. Setelah sampai, rumahnya tidak ada listrik. Bahkan aparat setempat pun awalnya tidak tahu ada warga yang tinggal di situ,” ungkapnya.

Tak terdata, tapi tetap difasilitasi negara

Rico menegaskan, meski anak tersebut tidak tercatat dalam DTSEN, pihaknya tetap memberikan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

“Kalau memang layak dan masuk kategori miskin ekstrem, kita bantu. Cukup dengan surat keterangan dari daerah, anak itu bisa langsung kita masukkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini terlewat dari sistem pendidikan formal.

Baca Juga: Terseret kasus suap dan jual-beli jabatan, Bupati Pati Sudewo ngaku tak bersalah: Saya merasa dikorbankan

Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan

Menurut Rico, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan instrumen negara untuk mengubah masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat ini bukan hanya soal pendidikan, tapi soal harapan. Kita ingin mereka keluar dari lingkar kemiskinan, punya masa depan, dan hidup lebih layak,” tuturnya.

Ia menegaskan, pendekatan Sekolah Rakyat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pembinaan karakter, karena para siswa akan tinggal di asrama.

“Kita pastikan mereka sehat, aman, dan mendapat pendidikan terbaik. Inilah cara negara hadir,” pungkas Rico.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X