Sekjen Kemensos Robben Rico ungkap 3 tujuan program Sekolah Rakyat, dari muliakan wong cilik hingga cetak agen perubahan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 21 Januari 2026 | 17:55 WIB
Sekjen Kemensos, Robben Rico mengungkapkan kisah siswi yang bersekolah di SRMP 19 Efata Kupang, NTT (Dok. Promedia)
Sekjen Kemensos, Robben Rico mengungkapkan kisah siswi yang bersekolah di SRMP 19 Efata Kupang, NTT (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID — Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Robben Rico, mengungkapkan tujuan utama program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya memutus rantai kemiskinan dan memuliakan masyarakat kecil.

Hal tersebut disampaikan Rico dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) yang digelar secara daring pada Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut Rico, Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat yang selama ini berada di lapisan paling bawah, termasuk mereka yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: Satlantas Polres Subang gandeng FIFGroup edukasi keselamatan berkendara di SMKN 1 Subang

Memuliakan wong cilik

Rico menegaskan, tujuan pertama dari program Sekolah Rakyat adalah memuliakan wong cilik, yakni masyarakat kecil yang selama ini kurang tersentuh akses pendidikan layak.

“Tujuan pertama kami adalah memuliakan wong cilik,” ujar Rico.

Ia menjelaskan, melalui Sekolah Rakyat, negara hadir memberikan fasilitas pendidikan terbaik agar anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat merasakan layanan yang setara dengan anak-anak dari keluarga mampu.

“Sekolah rakyat ini dibangun untuk menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka setara dan berdaya. Semua difasilitasi oleh negara,” ungkapnya.

Baca Juga: Forum JPP Promedia hadirkan Sekjen Kemensos, bahas Sekolah Rakyat sebagai solusi putus rantai kemiskinan

Menjangkau yang selama ini terpinggirkan

Tujuan kedua, lanjut Rico, adalah menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal dalam pembangunan.

“Sekolah rakyat menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, mereka yang selama ini tidak terjangkau atau tertinggal dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Menurutnya, banyak anak-anak dari keluarga miskin yang sejatinya memiliki potensi, namun tidak memiliki akses pendidikan yang memadai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X