Forum JPP Promedia bahas peran TNI dalam banjir Sumatera, Anggota Task Force ISI tekankan batasan dan koordinasi BNPB

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 18 Desember 2025 | 20:22 WIB
Co-Director of Cooperation and External Engagement Head of Government Task Force Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha Rasyidila Kusumasomantri, membahas tentang batasan TNI dalam penanganan bencana (Dok. Promedia)
Co-Director of Cooperation and External Engagement Head of Government Task Force Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha Rasyidila Kusumasomantri, membahas tentang batasan TNI dalam penanganan bencana (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID — Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan banjir besar di Sumatera menjadi sorotan dalam forum diskusi mingguan Jaringan Pemred Promedia (JPP).

Dalam diskusi tersebut, peran militer dinilai penting dalam bantuan kemanusiaan, namun tetap harus berada dalam koridor kewenangan sipil dan koordinasi nasional.

Forum yang mengangkat tema 'Peran Alutsista dalam Banjir Akibat Siklon Senyar' itu digelar secara daring pada Selasa malam, 16 Desember 2025.

Acara ini diikuti para pemimpin redaksi serta mitra Promedia dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Ringankan beban ojol, Polres Subang sediakan Makan Siang Gratis setiap hari kerja

Narasumber utama dalam diskusi tersebut adalah Co-Director of Cooperation and External Engagement sekaligus Head of Government Task Force Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha Rasyidila Kusumasomantri.

Militer bukan hanya alat pertahanan

Dalam pemaparannya, Aisha menjelaskan bahwa alat utama sistem senjata (alutsista) dan institusi militer Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur nasional dalam menghadapi krisis non-militer, termasuk bencana alam.

Menurutnya, kehadiran TNI dalam penanganan banjir di Sumatera mencakup distribusi bantuan, evakuasi korban, hingga pembersihan wilayah pascabencana.

Baca Juga: Perwira polisi Manang Soebeti kerahkan 'pasukan bayangan' tutup aplikasi matel, Super R4 hingga Mitra Matel tumbang

Namun demikian, Aisha menegaskan bahwa keterlibatan tersebut harus dipahami secara proporsional dalam kerangka Humanitarian Assistance and Disaster Response (HADR).

Batasan peran TNI dalam HADR

Aisha menekankan bahwa TNI memiliki peran pendukung dalam penanganan bencana, bukan sebagai pemimpin utama operasi kemanusiaan.

“Mereka ini adalah supporting role. Batasan sebagai supporting role harus kita pahami bahwa itu tidak boleh memimpin,” ujar Aisha dalam forum tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X