Soal bahasa Portugis masuk kurikulum, Mendikdasmen: Semua bergantung kesiapan guru dan sarana

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 27 November 2025 | 12:39 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebut penerapan bahasa Portugis dalam kurikulum pendidikan di Indonesia masih dalam kajian (Instagram/abe_mukti)
Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebut penerapan bahasa Portugis dalam kurikulum pendidikan di Indonesia masih dalam kajian (Instagram/abe_mukti)

GENMILENIAL.ID — Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan memasukkan bahasa Portugis sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah.

Opsi tersebut dibuka sebagai bagian dari perluasan program pengembangan bahasa asing untuk peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa kajian ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kompetensi global siswa melalui pilihan bahasa asing yang lebih beragam.

“Pemerintah sudah punya lima bahasa asing tambahan, Arab, Perancis, Mandarin, Jepang dan Korea. Nanti kemungkinan juga bisa diajarkan bahasa Portugis,” ujar Abdul usai rapat bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu 26 November 2025. 

Baca Juga: Resmi berhentikan Gus Yahya dari kursi ketum, Rais Aam PBNU disebut akan ambil alih kekosongan jabatan

Penguatan kurikulum bahasa asing di sekolah

Abdul menjelaskan bahwa penguasaan bahasa asing kini menjadi fokus penting dalam pengembangan kurikulum.

Langkah pemerintah menurunkan level pengajaran bahasa Inggris ke kelas 3 SD mulai tahun 2027 juga merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi kemampuan berbahasa sejak dini.

“Saat ini yang wajib itu bahasa Inggris, dan tahun 2027 kita mulai ajarkan dari kelas 3 SD,” jelasnya.

Dalam kerangka penguatan bahasa asing itulah muncul wacana memasukkan bahasa Portugis sebagai mata pelajaran tambahan.

Baca Juga: Kemensos siap rehabilitasi pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta, Gus Ipul ungkap kerja sama dengan polisi dan Densus

Kesiapan guru jadi kunci utama

Abdul menegaskan bahwa rencana memasukkan bahasa Portugis tidak dapat diputuskan secara cepat.

Pemerintah masih menilai kesiapan guru, sarana, dan ekosistem pendidikan secara menyeluruh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X