“Itu sangat tergantung bagaimana kesiapan gurunya juga, bagaimana kesiapan sarana prasarananya,” kata Abdul.
Ia menyebut ketersediaan tenaga pengajar kompeten menjadi faktor paling menentukan.
Tanpa guru yang cukup dan materi ajar memadai, pelajaran baru tidak bisa diterapkan secara merata.
Baca Juga: Roy Suryo bocorkan isi Gibran’s Black Paper: Soroti akun Fufufafa hingga klaim ijazah SMA
Masih dalam skema mata pelajaran pilihan
Saat ini, semua bahasa asing di luar bahasa Inggris berada dalam skema mata pelajaran pilihan.
Jika bahasa Portugis jadi ditambahkan, posisinya kemungkinan tetap sama.
“Kalau sekarang ini skemanya memang masih bahasa asing pilihan,” kata Abdul.
Artinya, sekolah dapat memilih untuk mengajarkan mata pelajaran tersebut sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.***
Artikel Terkait
Mendikdasmen libatkan sekolah swasta dalam SPMB, sebut daya tampung sekolah negeri jadi salah satu pertimbangan
SPMB SMA bisa mendaftar sekolah lintas provinsi, ini aturan terbaru dari Mendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu’ti beri respon terkait penolakan MBG dari pelajar Papua, viral foto aksi damai lebih memilih pendidikan dibanding makan gratis
Mendikdasmen janji perkuat pendidikan nasionalisme, jawab kritik Megawati soal anak muda kurang paham sejarah
Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajukan tambahan Rp14,4 triliun: Untuk PIP hingga kesejahteraan guru honorer
Insentif guru honorer naik jadi Rp400 ribu mulai 2026, Mendikdasmen juga siapkan beasiswa kuliah
Dua kasus berat pecah dalam sepekan, bullying di sekolah dianggap darurat: DPR, Presiden, hingga Mendikdasmen turun tangan