Ide kreatif Wamen Stella: Siswa bisa sekaligus belajar matematika dan bahasa Inggris lewat menu MBG

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 20:41 WIB
Wamendikti Saintek, Stella Christie memberi ide untuk siswa belajar Bahasa Inggris dan Matematika lewat sajian menu MBG (Instagram.com/@kemdiktisaintek.ri)
Wamendikti Saintek, Stella Christie memberi ide untuk siswa belajar Bahasa Inggris dan Matematika lewat sajian menu MBG (Instagram.com/@kemdiktisaintek.ri)

GENMILENIAL.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kreatif.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Bidang Sains dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie menyebut, jika dikemas dengan inovatif, MBG bisa menjadi sarana belajar matematika dan bahasa Inggris bagi siswa.

Hal ini disampaikan Stella saat mengunjungi stan Badan Gizi Nasional (BGN) di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.

Baca Juga: Puspom TNI tetapkan 4 prajurit tersangka kasus kematian Prada Lucky, 16 lainnya masih diperiksa

“Setiap hari adalah kesempatan luar biasa bagi anak-anak untuk belajar. Dengan program MBG, anak-anak tidak hanya mendapatkan gizi yang baik, tetapi juga belajar menghitung dan mengenal bahasa Inggris melalui jenis-jenis makanan,” ujar Stella, Sabtu 9 Agustus 2025.

Menurutnya, konsep ini dapat memotivasi siswa, mengasah daya ingat, sekaligus menumbuhkan semangat belajar yang lebih tinggi.

“Berdasarkan bukti ilmiah, program ini bisa menjadi sarana motivasi dan pemicu untuk mengasah daya ingat serta pengetahuan anak-anak secara efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa tingkat kehadiran siswa meningkat signifikan sejak MBG berjalan.

Baca Juga: Manisnya usaha mahasiswi UPI di CFD Lembur Pakuan: Kue tradisional laris, omzet tembus Rp700 ribu

Data menunjukkan, angka kehadiran yang sebelumnya hanya 70–80 persen kini naik menjadi 95 persen.

“Bahkan ada cerita dari Papua, seorang cucu yang biasanya dibangunkan neneknya untuk sekolah, sekarang malah membangunkan neneknya pagi-pagi karena semangat ingin dapat MBG,” ungkap Dadan.

Ia juga menuturkan pengalaman serupa di Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, di mana para siswa menunjukkan peningkatan konsentrasi dan semangat belajar setelah rutin menerima MBG.

“Kami fokus menyuarakan mereka yang benar-benar menerima manfaat MBG. Di Indonesia Timur dan wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), program ini terasa nyata manfaatnya,” tegasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X