Latihan survival siswa Subang: Dari navigasi hingga tandu darurat, semua dipelajari di alam terbuka

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 27 Juli 2025 | 20:17 WIB
Puluhan siswa pecinta alam dari berbagai SMA di Subang ikuti Latihan Gabungan bertahan hidup di alam yang digelar PPL Warna Alam, Sabtu 26 Juli 2025 (Dok. Istimewa)
Puluhan siswa pecinta alam dari berbagai SMA di Subang ikuti Latihan Gabungan bertahan hidup di alam yang digelar PPL Warna Alam, Sabtu 26 Juli 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Kemampuan bertahan hidup di alam terbuka bukan hanya milik para profesional.

Puluhan siswa pecinta alam dari berbagai SMA di Subang membuktikannya lewat Latihan Gabungan yang digelar Perhimpunan Penggiat Lingkungan (PPL) Warna Alam, Sabtu 26 Juli 2025, di Sekretariat Warna Alam, Cicariang, Bunihayu, Subang.

Dengan semangat kolaborasi dan eksplorasi, para anggota Sispala (Siswa Pecinta Alam) belajar langsung tentang dasar-dasar navigasi darat, teknik survival, pertolongan pertama, hingga rock climbing dan rappelling.

Baca Juga: Thailand umumkan darurat militer di perbatasan, KBRI imbau WNI tetap waspada dan lapor diri

Semua dibimbing oleh pemateri berpengalaman dan berlangsung dalam suasana akrab namun tetap disiplin.

"Latihan singkat ini penting banget buat kami yang masih belajar. Selain dapat ilmu baru, kita juga bisa bertemu dengan banyak teman-teman baru," ujar Aira, peserta dari SMAN 1 Jalancagak.

Kegiatan diawali dengan pelatihan membaca peta dan kompas, lalu dilanjutkan praktik langsung di medan.

Mereka juga diajarkan membuat shelter darurat dan mencari sumber air alami sebagai bagian dari pelatihan bertahan hidup.

Baca Juga: Anies buka peluang comeback di Pilpres 2029, sinyal duet bareng Ahok?

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik membuat tandu darurat sebagai bagian dari materi pertolongan pertama.

Ketua Pelaksana kegiatan, Junaedi, menyebut kegiatan ini sebagai upaya membangun ruang belajar bersama sekaligus memperkuat solidaritas antarorganisasi pecinta alam di Subang.

"Semoga dengan diadakannya kegiatan ini, bisa menjadi wadah belajar dan merekatkan silaturahmi antar sesama Siswa Pecinta Alam," katanya.

Latihan ini menandai pentingnya penanaman literasi lingkungan dan kemampuan survival sejak usia muda, sekaligus menjadi bukti bahwa cinta alam bisa tumbuh dari keterampilan yang diasah bersama.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X