GENMILENIAL.ID — Car Free Day (CFD) Lembur Pakuan di Desa Sukasari, Subang, tak hanya jadi ajang olahraga dan pelestarian budaya Sunda, tapi juga ladang rezeki bagi pelaku UMKM lokal.
Salah satunya Ezita Verananda, mahasiswi akhir UPI Bandung yang kini tengah bersiap sidang skripsi bulan ini.
Sudah dua bulan terakhir, Ezita rutin berjualan setiap Sabtu dan Minggu, menawarkan aneka kue basah dan jajanan pasar buatan sendiri.
Mulai dari donat, puding, bolu tape, bolu pandan, hingga kue tradisional gurambil, dengan harga terjangkau Rp2.000 hingga Rp5.000 per potong.
Baca Juga: Melestarikan budaya Sunda di tengah Car Free Day Lembur Pakuan Subang
“Kalau lagi sepi, omzet sekitar Rp200 ribu. Tapi kalau ramai, bisa tembus Rp600 ribu sampai Rp700 ribu dalam setengah hari,” ujarnya.
Produksi kue-kue itu tidak ia lakukan sendiri. Kedua orang tuanya ikut membantu di dapur sejak subuh agar dagangan siap dijajakan pukul 05.30 WIB.
Jualan berakhir sekitar 11.30 WIB, namun saat akhir pekan atau libur panjang, pembeli bisa membludak.
Sebagai pedagang di Lembur Pakuan, Ezita juga mengikuti aturan unik yang diberlakukan pengurus setempat, penjual perempuan memakai kebaya, sementara laki-laki mengenakan pangsi, lengkap dengan ID card sebagai tanda pengenal.
Baca Juga: Dari rumah tangga ke pemerintah: Jawa Barat dan Subang perangi sampah sampai tuntas
“Senang jualan di sini, suasananya ramai dan pembelinya beragam,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Ezita, berjualan bukan sekadar mencari penghasilan tambahan, tapi juga bentuk kegemarannya.
“Memang suka jualan, jadi nikmat saja menjalaninya,” tambahnya.
CFD Lembur Pakuan pun menjadi bukti bahwa ruang publik yang tertata tidak hanya menghidupkan budaya dan olahraga, tetapi juga menjadi peluang nyata bagi UMKM lokal untuk berkembang.***
Artikel Terkait
Bosan jadi karyawan, ini 7 tips sukses menjadi seorang pengusaha
Mahasiswi Fikom UNPAD lakukan observasi dan wawancara dengan media online GenMilenial.id untuk tugas mata kuliah komunikasi massa
Bincang bisnis era digital di Kampus FISIP UNDIP Semarang, Promedia ajak para mahasiswa berani jadi pengusaha media
Hermanto Tanoko, pengusaha Surabaya yang masuk daftar orang terkaya dunia ini dulu gak mampu beli gundu di masa kecilnya
Kisah sukses Manoj Punjabi, pengusaha industri film dengan net worth mencapai Rp25,6 triliun versi Forbes 2024
Dulu diantar jualan es, kini tembus ITB: Rumah anak penjual es di Ponorogo penuh trofi prestasi
Raffi Ahmad bagikan tips merintis usaha: Harus siap capek dan mulai dari bawah