Kepala BGN klaim 60 persen anak Indonesia sulit akses gizi seimbang dan susu, soroti pentingnya program MBG

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 1 Juni 2025 | 16:06 WIB
Potret Kepala BGN Dadan Hindayana yang mengklaim 60 persen anak Indonesia tak mampu beli susu (Instagram/badangizinasional.ri)
Potret Kepala BGN Dadan Hindayana yang mengklaim 60 persen anak Indonesia tak mampu beli susu (Instagram/badangizinasional.ri)

GENMILENIAL.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi gizi anak-anak Indonesia yang dinilai belum merata.

Dalam pernyataannya, Dadan mengklaim bahwa 60 persen anak Indonesia tidak memiliki akses terhadap makanan bergizi seimbang maupun kemampuan membeli susu.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Peluncuran Pembangunan 1000 Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Pesantren, yang disiarkan melalui kanal YouTube Syaichona TV.

“Kita tahu bahwa 60 persen anak Indonesia itu tidak pernah punya akses terhadap makan dengan gizi seimbang,” ujar Dadan dikutip pada Minggu, 1 Juni 2025.

Baca Juga: Kepala BGN cerita anaknya tumbuh tinggi karena minum susu 2 liter sehari sejak kecil

Ia mencontohkan pola makan harian yang masih minim kandungan gizi lengkap, seperti hanya mengandalkan nasi, bakwan atau bala-bala, mi bihun, dan kerupuk.

“Sebagian besar makanannya seperti itu,” ucapnya.

Dadan kemudian membandingkan dengan menu yang disediakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, MBG secara konsisten menyajikan makanan dengan komposisi gizi seimbang.

“Di dalam MBG pasti selalu ada nasi, ada telur, ada sayur, ada buah, ada susu. Jadi itu yang disebut dengan gizi seimbang,” jelasnya.

Baca Juga: Minum susu 2 liter sehari bikin anak tinggi? ini kata dokter spesialis anak

Ia juga menyoroti rendahnya konsumsi susu pada anak-anak karena faktor ekonomi.

“60 persen anak Indonesia tidak pernah minum susu bukan karena tidak tahu, tetapi tidak mampu beli susu,” ucapnya.

Menurut Dadan, kondisi ini menjadi dasar mengapa Presiden Joko Widodo menyebut program MBG sebagai kebijakan strategis dalam rangka mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045.

“Kalau tidak kita siapkan sekarang dengan memenuhi gizinya, dikhawatirkan sumber daya manusia di bonus demografi nanti kurang baik,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X