Sutan Syahrir, pemikir revolusioner yang melawan penjajah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 13 Juni 2023 | 16:51 WIB
Sutan Syahrir
Sutan Syahrir

GENMILENIAL.ID - Sutan Syahrir, seorang tokoh nasional Indonesia yang tidak bisa dilewatkan begitu saja dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. 

Dengan semangat revolusioner yang membara, Sutan Syahrir telah mengukir namanya sebagai salah satu pemikir dan pejuang kemerdekaan terkemuka di Indonesia.

Lahir pada 5 Maret 1909 di Padang Panjang, Sumatra Barat, Sutan Syahrir tumbuh dalam keluarga terpelajar yang memberikan pengaruh besar pada perkembangan intelektualnya. 

Sejak usia muda, ia telah menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang akademik dan menjadi siswa yang gemar membaca.

Baca Juga: Jelang Hari Bhayangkara ke 77, Polsek Subang bagikan bingkisan buat anak disabilitas di SLB Negeri Trituna

Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di Belanda, Syahrir kembali ke tanah air dengan misi yang jelas, memerdekakan Indonesia dari cengkeraman penjajah.

Syahrir kemudian mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada tahun 1931, dengan visi menggabungkan nasionalisme dan sosialisme sebagai cara untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Pemikiran revolusioner Sutan Syahrir tergambar dalam tulisannya yang terkenal, 'Indonesia Menggugat' yang diterbitkan pada tahun 1933. 

Dalam buku tersebut, ia dengan tajam mengkritik penjajahan Belanda dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sebagai hak yang mutlak.

Baca Juga: Di era globalisasi, Kabupaten Subang perkuat potensi lokalnya, yuk berkunjung!

Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia pada Perang Dunia II, Sutan Syahrir terlibat dalam pemerintahan pendudukan. 

Namun, ia juga menyadari bahwa kemerdekaan yang dijanjikan oleh Jepang mungkin hanya sebatas kosong belaka. 

Syahrir terus memimpin perjuangan dalam menjaga semangat nasionalis dan merumuskan konstitusi Indonesia yang pertama, yang dikenal dengan nama 'Piagam Jakarta' pada tahun 1945.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Sutan Syahrir ditunjuk sebagai perdana menteri pertama negara ini. Namun, masa jabatannya tidak lepas dari konflik politik dan pergolakan yang terjadi di dalam negeri. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X