maka bila siang ini,
kau berdiri di bukit pinus itu
buanglah pucuk cemara bergoyang itu
ambillah akar penuntunmu
nikmati kuasa tanpa nafsu
kecuali gemetar di tubuhmu
kecuali gentar di akalmu
dan gagah dalam jiwamu.
Adab hutan ini, cahaya
adalah jarak tanpa senti
hatimu dengannya
semua daya hidup
bagi khalayak mu
Artikel Terkait
7 Puisi Chairil Anwar, si 'Binatang Jalang' dan juga pelopor angkatan 45
10 Puisi karya Sapardi Djoko Damono, salah satunya 'Yang fana adalah waktu'
Memperingati Hari Puisi Sedunia setiap 21 Maret, apa bedanya dengan Hari Puisi Nasional?
Mengenang sosok penyair Legenda Indonesia, Sapardi Djoko Damono
Salah satu penyair terbaik Indonesia, ini biografi singkat W.S Rendra
Selalu memiliki makna mendalam, ini 3 contoh karya W.S Rendra
Radhar Panca Dahana, sastrawan legenda Indonesia, pembangkang untuk meraih cita-citanya