Komparasi Global: Bagaimana KSOT Indonesia dibanding negara raksasa?
Rencana produksi massal KSOT membuat Indonesia mulai masuk pembahasan internasional terkait persaingan teknologi drone bawah laut.
Baca Juga: Kasus korupsi Petral dibuka lagi: Mahfud MD dan Sudirman Said beri sinyal keras soal mafia migas
Berikut perbandingannya dengan negara besar:
1. Orca – Amerika Serikat
AS mengembangkan drone selam ultra-besar seperti Ocean Explorer (OEX) dan Orca dari Boeing.
Fokus utama daya jelajah panjang, sensor canggih, dan payload modular untuk operasi intelijen jarak jauh.
US Navy membuka tender pengembangan hingga Oktober 2025, memperkuat roadmap alutsista bawah laut AS.
2. Poseidon – Rusia
Rusia memiliki Poseidon, torpedo nuklir berukuran raksasa yang dapat memicu tsunami radioaktif.
Drone ini ditempatkan pada kapal selam nuklir Khabarovsk dan menjadi salah satu aset paling kontroversial di dunia militer.
3. XXLUUV – China
China menjadi negara yang paling progresif dalam pengembangan drone bawah laut raksasa.
Mereka menguji dua drone selam sepanjang 40 meter, berbasis di Hainan, dan dioperasikan melalui floating dock khusus.
Artikel Terkait
Nelayan Cirebon tak sengaja temukan harta karun Rp720 miliar dari kapal karam di Laut Jawa
Mengenal 'The Beast', mobil kepresidenan AS yang ditumpangi Trump dan Putin di Alaska
Pertamina-Pindad luncurkan ILI UT, teknologi ultrasonik inspeksi pipa migas tanpa henti
Peneliti muda Indonesia temukan senyawa baru kendalikan diabetes
Fakta-fakta fenomena bola api di langit Cirebon yang diduga meteor jatuh di Laut Jawa
‘Bjorka’ ditangkap, data polisi justru bocor: Siapa dalang di balik topeng sang hacker?
Heboh kritik Dedi Mulyadi soal Aqua, pakar hidrogeologi: Semakin dalam justru semakin murni