GENMILENIAL.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menempatkan skandal korupsi Petral dalam sorotan publik setelah memeriksa 20 saksi terkait dugaan korupsi pengadaan minyak mentah di Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
Pergerakan terbaru penyidik ini sontak memunculkan kembali pertanyaan publik mengenai seberapa jauh jaringan mafia migas beroperasi dan mengakar dalam sistem energi nasional.
Kasus Petral sendiri sudah memasuki tahap penyidikan sejak Oktober 2025, namun hingga kini belum ada satu pun tersangka yang diumumkan meski pemeriksaan berlangsung intensif.
Perhatian publik semakin menguat setelah komentar keras disampaikan oleh Mahfud MD dan Sudirman Said dalam siniar YouTube Mahfud MD Official, Sabtu 15 November 2025.
Keduanya menilai penyidikan terbaru ini berpotensi membuka kembali praktik mafia migas yang selama ini dianggap kebal hukum.
Penyidikan jalan, tersangka belum muncul
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, sebelumnya menjelaskan bahwa pemeriksaan 20 saksi dilakukan setelah status kasus ini resmi naik ke tahap penyidikan.
Identitas saksi belum dibuka ke publik karena pendalaman masih berjalan.
Baca Juga: 110 Pemuda ikuti Baitul Arqom Dasar, Muhammadiyah Subang tekankan kaderisasi berkelanjutan
Mahfud MD menilai langkah Kejagung kali ini memiliki peluang lebih besar untuk bergerak cepat.
“Jaksa Agung sekarang melakukan penyidikan terhadap kasus Petral Pertamina yang dulu zaman Pak Sudirman dibubarkan, tetapi proses hukumnya tertahan,” ujarnya.
Sudirman Said kemudian mengingatkan bahwa sebenarnya sudah ada tersangka pada masa lalu.
“Termasuk mantan Dirut Petral-nya sudah tersangka, tapi tidak ada tindak lanjutnya,” kata Sudirman.
Artikel Terkait
Telisik skandal korupsi minyak senilai Rp193 triliun: Sebelumnya Ditjen Migas ESDM digeledah, kini Dirut Pertamina jadi tersangka
Dirjen Migas ungkap alasan stok BBM SPBU swasta belum terpenuhi meski ada kolaborasi
Mahfud MD soroti dominasi pihak China di proyek Whoosh: Saham Indonesia 60 persen, tapi jabatan strategis dikuasai ekspatriat
Mahfud MD siap dipanggil KPK soal dugaan mark up Whoosh: Kalau nggak punya uang ya dinegosiasikan
Mahfud MD soroti proyek Whoosh Rp116 triliun: KPK bisa panggil Jokowi untuk dimintai keterangan
Mahfud MD curigai ada dugaan korupsi di proyek Kereta Cepat Whoosh, soroti inkonsistensi pendanaan dan peralihan mitra
ICW: KPK bangkit lagi, penindakan korupsi era Prabowo kini lebih gencar