Pertamina-Pindad luncurkan ILI UT, teknologi ultrasonik inspeksi pipa migas tanpa henti

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 23:33 WIB
PT Pertamina bekerja sama dengan PT Pindad meluncurkan teknologi ultrasonik inspeksi pipa migas pertama di Indonesia (Dok. Pertamina)
PT Pertamina bekerja sama dengan PT Pindad meluncurkan teknologi ultrasonik inspeksi pipa migas pertama di Indonesia (Dok. Pertamina)

GENMILENIAL.ID – Indonesia kini memiliki teknologi inspeksi pipa migas berbasis ultrasonik yang dikembangkan sepenuhnya dalam negeri.

Perangkat In-Line Inspection Intelligence Pigging Ultrasonic Tool (ILI UT) resmi diluncurkan hasil kolaborasi PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad, Selasa, 19 Agustus 2025, di ajang Technology Day, Workshop Merak, Cilegon, Banten.

Inovasi tanpa henti

Keunggulan utama ILI UT adalah kemampuannya melakukan inspeksi tanpa menghentikan aliran migas, menjaga keberlangsungan operasi sekaligus meminimalkan potensi kerugian.

Baca Juga: Gempa M 4,9 guncang Jakarta-Bekasi, warga panik, BNPB pastikan belum ada laporan kerusakan

Sensor ultrasonik perangkat ini mampu mendeteksi cacat internal maupun eksternal secara presisi, sehingga operator lebih cepat mengambil keputusan terkait pemeliharaan pipa.

“Pertamina bangga menghadirkan teknologi ini bersama Pindad. Inovasi ini bukti nyata kemandirian bangsa menuju ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, Rabu 20 Agustus 2025.

Navigasi cerdas dan presisi tinggi

ILI UT dilengkapi sistem navigasi cerdas, mampu melewati tikungan tajam, variasi diameter pipa, hingga aliran bertekanan tinggi.

Baca Juga: OJK tekankan pentingnya lapor cepat bagi korban penipuan keuangan, jangan lewat 12 jam

Keterlibatan Pindad memastikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) optimal, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi lokal.

“Produk ini menjadi bukti nyata Indonesia mampu menghadirkan solusi teknologi energi secara mandiri. ILI UT akan menjadi aset penting mendukung operasi migas yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama Pindad, Sigit P. Santosa.

Strategis secara geopolitik

Kemandirian teknologi ini juga memiliki nilai strategis. Dengan tidak bergantung pada teknologi luar, Indonesia memperkuat posisi tawar di pasar global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X