Penggerebekan tersebut kemudian menjadi perhatian karena lokasi yang digunakan berada di lingkungan KPAD Cijantung.
Rumah tersebut diduga merupakan rumah dinas milik seorang perwira aktif TNI Angkatan Darat. Sebelum penggerebekan, rumah itu disebut disewakan kepada pihak lain.
Lokasi tersebut kemudian diduga digunakan sebagai tempat operasional aktivitas judi online.
Kondisi itu membuat penggunaan rumah dinas TNI tersebut menjadi bagian yang turut didalami.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui bagaimana rumah tersebut dapat digunakan oleh pihak lain dan aktivitas apa saja yang berlangsung di dalamnya.
Namun, dugaan keterlibatan personel TNI maupun dugaan adanya pemberian fasilitas rumah dinas untuk aktivitas judi online masih menunggu hasil pemeriksaan.
Baca Juga: Dugaan politik uang Muktamar NU masuk KPK, soroti pengondisian dukungan Rais Aam
KSAD Maruli tegaskan akan tindak tegas
Kasus dugaan markas judi online di rumah dinas TNI Cijantung juga mendapat perhatian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Maruli menegaskan TNI AD akan mengambil tindakan apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan anggota yang terlibat atau memfasilitasi penggunaan rumah dinas untuk aktivitas judi online.
“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas,” kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Baca Juga: Gara-gara sidang ijazah Gibran, 9 hakim MK dilaporkan ke MKMK
Maruli juga memastikan jajaran TNI AD akan merespons dengan cepat apabila laporan tersebut nantinya terbukti melibatkan personel TNI.
“Kalau kita pasti respons cepat. Sudah, pasti cepat. Kalau kita cepat, lah,” tegasnya.