GENMILENIAL.ID — Nasib pasangan lanjut usia (lansia), Dayat (77 tahun) dan Darmi (63 tahun), warga Dukuh Kayunan Barat, Karanganyar, Pekalongan, menjadi perhatian setelah keduanya dilaporkan kehilangan bantuan sosial (bansos) karena terindikasi aktivitas judi online (judol).
Kisah pasangan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah akun Instagram @undercover.id pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Dalam unggahan itu disebutkan Dayat dan Darmi tidak lagi menerima bansos meski kondisi ekonomi mereka tergolong kurang mampu.
“Lansia asal Dukuh Kayunan Barat, tak lagi mendapatkan bantuan sosial (bansos) karena terindikasi judol,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Sebelumnya, Dayat dan Darmi tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan sebesar Rp600 ribu setiap tiga bulan.
Namun, sejak awal 2026, bantuan tersebut tidak lagi diterima karena keduanya dicoret dari daftar penerima.
Kondisi pasangan ini kemudian menjadi sorotan karena keduanya diketahui tidak memiliki telepon seluler.
Baca Juga: Jejak kasus gratifikasi Silmy Karim, dari sitaan Rp17,5 miliar hingga 8 orang jadi tersangka
Selain itu, Dayat dan Darmi disebut tidak pernah mengenyam pendidikan sehingga tidak dapat membaca maupun menulis.
Dicoret bansos meski masuk desil 1
Operator Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Desa Kayugeritan, Neli Setyowati, menjelaskan bahwa Dayat dan Darmi memang telah dinonaktifkan dari daftar penerima bansos.
Neli menyampaikan kondisi ekonomi pasangan tersebut tergolong memprihatinkan. Bahkan, berdasarkan data yang dimiliki, keduanya masih berada dalam kategori desil 1.
“Keluarga penerima manfaat keluarga Mbah Dayat telah dicoret bansos. Padahal, memang betul-betul orang tidak mampu,” kata Neli saat berada di kediaman Dayat, Pekalongan, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Artikel Terkait
Bertemu para PKH, Kang Jimat minta SDM PKH edukasi warga agar bisa mandiri
Kang Rey kepada SDM PKH: Saya ini pelayan masyarakat, bukan sebaliknya
Banjir dan longsor Sumatera masuk ranah pidana, Satgas PKH petakan perusahaan terindikasi
Pegiat antikorupsi soroti lahan kompensasi PT BSI, Satgas PKH didesak turun tangan
Ditemukan tewas terikat di kamar, lansia di Subang diduga jadi korban perampokan
196 Pendamping PKH Subang diangkat jadi PPPK, Kang Rey: Apresiasi untuk pengabdian
Angka kemiskinan Subang 9,23 persen, penerima PKH capai 55 ribu keluarga