Tak hanya itu, pemenuhan hak sipil juga dilakukan melalui fasilitasi Kartu Identitas Anak (KIA) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang.
Ketua Pelaksana HAN 2026, Novza Nurgifri, menyebut kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
“Mungkin acaranya sederhana, tapi harapannya ke depan bisa memberikan makna yang lebih besar,” ujarnya.
Momentum refleksi bersama
Bunda Ega menegaskan bahwa peringatan HAN seharusnya menjadi refleksi bagi semua pihak, bukan hanya perayaan simbolik.
Menurutnya, lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif menjadi kunci utama dalam memastikan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kita ingin setiap anak di Kabupaten Subang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa perbedaan,” tegasnya.
Melalui momentum ini, pesan tentang keadilan hak anak kembali dikuatkan. Bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kesempatan yang setara untuk masa depan mereka.***