GENMILENIAL.ID — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Subang menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial.
Dari sebuah panti asuhan, isu keadilan dalam pemenuhan hak anak kembali disuarakan, mengingat masih adanya ketimpangan yang dirasakan anak-anak di berbagai latar belakang.
Kegiatan yang digelar di Yayasan Daarul Hijrah, Sabtu 8 Agustus 2026, dihadiri langsung oleh Bunda Forum Anak Daerah Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, serta mendapatkan perlindungan tanpa diskriminasi.
Mengusung semangat 'Kita Sama, Kita Keluarga', peringatan HAN tahun ini menjadi pengingat bahwa anak-anak, termasuk yang berada di lingkungan panti asuhan, membutuhkan perhatian dan dukungan yang setara.
Realita anak panti yang masih butuh dukungan
Sebanyak 25 anak di Yayasan Daarul Hijrah menjadi gambaran bagaimana anak-anak di luar pengasuhan keluarga inti tetap berjuang memenuhi kebutuhan dasar dan pengembangan diri.
Mereka menjalani berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari belajar, ibadah seperti tahajud, hingga pelatihan berdagang untuk membangun kemandirian di masa depan.
Namun, di balik aktivitas tersebut, kebutuhan akan dukungan fasilitas, pendidikan, dan perlindungan masih menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
Kolaborasi jadi jalan keluar
Forum Anak Daerah Kabupaten Subang bersama berbagai pihak menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menjawab persoalan tersebut.
Dalam kegiatan ini, berhasil dihimpun donasi sebesar Rp5 juta untuk Yayasan Daarul Hijrah. Selain itu, sebanyak 25 paket alat tulis juga disalurkan untuk mendukung hak pendidikan anak-anak di panti.
Artikel Terkait
11 Oktober, mengangkat isu penting anak perempuan di Hari Anak Perempuan Sedunia
Perumda Tirta Rangga Subang dukung edukasi lingkungan anak lewat peringatan HAN 2025
Curhat istri pria yang dikeroyok usai dituding maling ayam aduan di Bali, sebut cari uang untuk bayar SPP anak
UAS ikut berduka usai viral gadis kecil tangisi kepergian ayahnya yang tewas dikeroyok massa di Bali: Itu anak kita
6 Tahun anak jadi korban kekerasan seksual ayah di Samarinda, terungkap sejak usia 8 tahun
Protes peternak Palangka Raya ke PLN gegara listrik sering mati: Anak buah hilang gaji, kami datang minta solusi
Momentum HAN 2026, Bunda PAUD Subang dorong PAUD ramah anak dan bebas perundungan