Tak hanya itu, pemenuhan hak sipil juga dilakukan melalui fasilitasi Kartu Identitas Anak (KIA) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang.
Ketua Pelaksana HAN 2026, Novza Nurgifri, menyebut kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
“Mungkin acaranya sederhana, tapi harapannya ke depan bisa memberikan makna yang lebih besar,” ujarnya.
Momentum refleksi bersama
Bunda Ega menegaskan bahwa peringatan HAN seharusnya menjadi refleksi bagi semua pihak, bukan hanya perayaan simbolik.
Menurutnya, lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif menjadi kunci utama dalam memastikan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kita ingin setiap anak di Kabupaten Subang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa perbedaan,” tegasnya.
Melalui momentum ini, pesan tentang keadilan hak anak kembali dikuatkan. Bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kesempatan yang setara untuk masa depan mereka.***
Artikel Terkait
11 Oktober, mengangkat isu penting anak perempuan di Hari Anak Perempuan Sedunia
Perumda Tirta Rangga Subang dukung edukasi lingkungan anak lewat peringatan HAN 2025
Curhat istri pria yang dikeroyok usai dituding maling ayam aduan di Bali, sebut cari uang untuk bayar SPP anak
UAS ikut berduka usai viral gadis kecil tangisi kepergian ayahnya yang tewas dikeroyok massa di Bali: Itu anak kita
6 Tahun anak jadi korban kekerasan seksual ayah di Samarinda, terungkap sejak usia 8 tahun
Protes peternak Palangka Raya ke PLN gegara listrik sering mati: Anak buah hilang gaji, kami datang minta solusi
Momentum HAN 2026, Bunda PAUD Subang dorong PAUD ramah anak dan bebas perundungan