GENMILENIAL.ID – Kasus pembunuhan terhadap seorang gadis berusia 22 tahun berinisial MTA di Lumajang, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan publik.
Korban diduga tewas di tangan kekasihnya sendiri, RA (18), dalam peristiwa yang terjadi di rumah korban di Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung.
Peristiwa ini menyita perhatian karena terduga pelaku disebut sempat membuat alibi untuk mengelabui warga setelah kejadian.
Penemuan jasad berawal dari telepon mencurigakan
Peristiwa tragis ini terungkap pada Sabtu malam, 4 Juli 2026, saat jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga.
Penemuan bermula dari permintaan RA kepada tetangga korban untuk mengecek kondisi MTA, dengan alasan korban tidak dapat dihubungi melalui ponselnya.
Keluarga korban menyebut permintaan tersebut sempat menimbulkan kecurigaan.
“Saat dicek ternyata sudah meninggal, posisinya tanpa busana di kamarnya,” ujar salah satu pihak keluarga.
Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di atas tempat tidur dan bersimbah darah, yang kemudian langsung dilaporkan ke pihak berwajib.
Polisi curigai alibi, pelaku ditangkap kurang dari 24 jam
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri komunikasi terakhir korban.
Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan kejanggalan dalam alibi yang disampaikan oleh RA.