Namun, rasa aman tersebut tidak berlangsung lama. Taufik disebut kembali ke Jawa Barat karena merasa tidak lagi aman di lokasi pelariannya.
“Yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Tapi kemudian kembali lagi ke Jawa Barat,” kata Rudi.
Polisi juga memastikan bahwa selama pelarian, Taufik bergerak seorang diri tanpa bantuan pihak lain.
“Kami melihat pergerakannya sendiri, tidak dibantu siapa pun,” tegasnya.
Jalani pemeriksaan kesehatan
Usai ditangkap, Taufik langsung menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk tes kesehatan fisik dan mental. Hal ini dilakukan untuk mendalami kondisi tersangka serta motif di balik tindakannya.
Selain itu, polisi juga melakukan tes terkait dugaan penggunaan narkoba. Hasilnya menunjukkan negatif, meskipun tersangka mengaku sempat mengonsumsi minuman keras.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi tersangka, termasuk aspek mentalnya,” tutup Rudi.
Kasus ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian, termasuk menggali keterangan dari korban serta mengumpulkan bukti tambahan terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan yang terjadi selama bertahun-tahun tersebut.***