Dugaan keterlibatan oknum polisi
Lebih lanjut, Abdi menyebut uang tersebut berasal dari seorang oknum anggota kepolisian yang dikenalnya melalui perantara alumni kampus.
Ia mengklaim pemberian uang itu bertujuan agar massa yang berada di bawah komandonya tidak melanjutkan aksi ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
“Sebelumnya ada pihak kepolisian agar kami tidak turun aksi, tapi kita tetap turun,” ujarnya.
Ia juga menyebut adanya sosok yang diduga menjadi perantara dalam pemberian uang tersebut.
Menurutnya, selain untuk membatasi pergerakan massa, mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan mediasi tertutup dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kilas balik aksi dan mediasi dengan wapres
Diketahui, aksi mahasiswa UBK pada 15 Juni 2026 sempat memanas saat massa bergerak dari kampus di Cikini menuju Patung Kuda.
Ketegangan terjadi di kawasan Tugu Tani, di mana mahasiswa sempat terlibat dorong-dorongan dengan aparat kepolisian.
Situasi kemudian mereda setelah sejumlah perwakilan mahasiswa diminta mengikuti pertemuan dengan Wakil Presiden.
Sebanyak 15 orang hadir dalam mediasi tertutup yang berlangsung sekitar 60 menit.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.